Kepala Sekolah SDN 3 Wonocoyo, Keluhkan Kurangnya Fasilitas Dan Tenaga Pendidik

by
WhatsApp Image 2019-10-21 at 13.28.36

TRENGGALEK, BrataPos.com – kepala sekolah keluhkan kurangnya fasilitas sekolah maupun tenaga pendidik. Pasalnya Pendidikan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk membentuk karakter anak bangsa dalam bersaing bentuk hal apapun.

Apalagi pendidikan ini harus diawali dari sejak dini, dari TK, SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Dunia pendidikan harus berkualitas, agar bisa bersaing dengan negara-negara lain.

Kualitas pendidikan bisa terwujud dengan memenuhi syarat termasuk kualitas guru dan adanya fasilitas yang memadai. Agar para siswa nyaman dalam menerima ilmu dari pengajar yaitu guru. Fasilitas ini yang paling penting untuk menunjang kualitas pendidikan. Termasuk salah satunya ruang gedung yang baik dan tidak membahayakan para siswa.

Seperti yang terlihat di sebuah gedung sekolah SDN 3 Wonocoyo Kecamatan Panggul kabupaten Trenggalek yang kondisinya sangat memperhatinkan. Dengan beberapa atap gedung banyak yang bolong, lantai juga masih tekel, banyak yang rusak, dan dinding juga banyak yang bolong.

Selain itu, juga ruang perpustakaan tidak layak tidak bisa dipakai. Dikarenakan keadaannya sangat rusak bisa membahayakan siswa.

Kepala sekolah SD 3 Wonocoyo Supriyani, S.pd. saat dikonfirmasi Brata Pos Senin (21/10/2019) mengatakan beberapa tahun terakhir grafik peserta didik SD 3 Wonocoyo mengalami penurunan. Bahkan dikhawatirkan dari tahun ke tahun akan semakin parah.

Hal tersebut tidak terlepas dari kwalitas dan tingkat kepercayaan masyarakat, akan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Karena tidak bisa dipungkiri kwalitas sekolah tidak terlepas dari fasilitas dan kwalitas tenaga pendidik.

WhatsApp Image 2019-10-21 at 13.27.42

“Sementara di sekolah SD 3 Wonocoyo tersebut terdapat lima guru mata pelajaran dan di tahun ajaran 2020 hanya tiga guru yang PNS. Sedangkan yang masih kosong, ada beberapa mata pelajaran yang perlu guru yang membidangi. Sehingga terpaksa diajarkan oleh guru yang bukan bidangnya,” katanya.

Lanjut Yani. Ia sangat mengeluhkan hal tersebut. Dirinya berharap ada solusi dari dinas terkait, agar peserta didik di sekolahnya dapat menyerap ilmu benar-benar dari guru yang berkompeten di bidangnya.

Sementar selama ini kekosongan tersebut diisi oleh guru mata pelajaran lain yang bukan bidangnya yang sifatnya hanya membantu dan untuk mencukupi jam mengajarnya saja.

“Takutnya nanti, ilmu yang disampaikan tidak maksimal karena memang diajarkan oleh orang yang memang bukan bidangnya yang sifatnya hanya membantu untuk mengisi kekosongan dan kekurangan jam saja,” keluhnya. (yanto)

Facebook Comments