Puluhan Warga Bersama Ormas PP, Geruduk RSUD Bojonegoro

by
PicsArt_10-10-07.56.16

BOJONEGORO, BrataPos.com – Puluhan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota bersama anggota Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Bojonegoro menggeruduk RSUD Bojonegoro. Kamis (10/10/2019) sekira pukul 13.30 WIB.

Kedatangan mereka adalah semata-mata untuk klarifikasi serta meminta pertanggungjawaban atas sikap kurang patut yang dilakukan oleh oknum security RSUD Bojonegoro yang berinisial (MDK) pada hari Rabu malam (09/10/2019) sekira pukul 21.00 WIB.

Rombongan Pemuda Pancasila bersama warga Sukorejo diterima Doni Prasetio selaku Kasubag umum RSUD Bojonegoro didampingi Heri, koordinator security.

Dalam proses mediasi bersama yang diadakan di gedung pertemuan lantai 2 RSUD Bojonegoro tersebut pihak RSUD memberi opsi untuk menunggu kedatangan yang bersangkutan (MDK), untuk meminta maaf sesuai dengan tuntutan warga dan juga kepada semua yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Namum setelah ditunggu agak lama (MDK) tidak juga datang. Pihak RSUD akhirnya meminta waktu untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak PT. Alumada Artha Prima, selaku penyedia security yang beralamat di Sidoarjo.

Setelah pihak RSUD Bojonegoro diwakili oleh Doni Prasetio, berkoordinasi dengan pimpinan PT. Alumada Artha Prima, akhirnya diputuskan yang bersangkutan (MDK) diberhentikan sebagai anggota security di RSUD Bojonegoro.

Mendengar jawaban dari pihak manajemen melalui selular dan didengarkan oleh semua yang hadir dalam proses mediasi tersebut.

Witono, selaku ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bojonegoro merasa cukup puas kendati ini bukan agenda yang utama.

PicsArt_10-10-07.55.19

Tujuan utama kami datang kesini adalah agar yang bersangkutan bisa memperbaiki karakter sebagai profesi security dan menjaga nama baik RSUD Bojonegoro.

“Yang paling utama adalah meminta maaf kepada salah satu warga desa Sukorejo dan juga masyarakat Bojonegoro,” ungkapya.

Witono menambahkan, kami dari Pemuda Pancasila merasa terpanggil dalam persoalan ini. Karena yang bersangkutan (MDK) sudah membentak kepada orang tua.

“Ini tindakan yang tak terpuji, tapi nggak papa kalau memang itu adalah keputusan bersama pihak RSUD bersama PT. Alumada Artha Prima, dan saya sangat menghargainya,” pungkasnya.

Reporter : Goen

Editor/Publisher : jml

Facebook Comments