SIKAPI PENARIKAN RANITIDIN OLEH BPOM, DINKES DAN POLRESTA LAKUKAN SIDAK

by
IMG-20191010-WA0360

Probolinggo , Bratapos.com – Beberapa minggu lalu ramai dikunjungi, produk yang mengandung ranitidin ditarik oleh BPOM untuk menghindari bahaya yang mungkin timbul. Hal yang dilakukan kemudian membuat Polresta Probolinggo dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo membuat Sidak (investigasi mendadak) pada Rabu (10/10) pagi terkait peredaran obat penurun asam lambung itu.

IMG-20191010-WA0359

Dari 4 lokasi yang dikunjungi, diterima RSUD dr. Moh. Saleh, RS. Dharma Husada, Apotek Sarinah dan Apotik Sumber Waras, tidak digunakan obat Ranitidin. Harsono mengatakan, meski tak semua obat harus ditolak, pihaknya meminta untuk “meminta” seluruh produk.

“Sambil menunggu edaran (lagi) terkait kepastian bahwa (ranitidin) ini aman dikonsumsi pasien. Sekaligus ini sebagai bentuk antisipasi agar pasien tidak dirugikan, ”katanya.

Ranitidin yang disidak itu sendiri adalah obat dalam sediaan sirup dan cairan injeksi. “Khusus yang cair, injeksi. Tablet yang masih aman, ”tandasnya.

Meski demikian, masyarakat yang sudah telanjur mengonsumsi ranitidin tidak perlu khawatir tentang hal ini. Untuk memastikan bahwa ranitidin yang dikonsumsi aman dan terhindar dari bahaya yang mungkin ada, masyarakat dapat meminta bantuan dokter. “Sebagai antisipasi, masyarakat bisa meminta merk lain seperti Lansoprazole, Omeprazole, Antasid atau Plantacid,” terangnya.

Seperti dipercaya, ranitidin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi tukak lambung dan tukak usus. Penarikan ranitidin merupakan tindaklanjut temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat dan Badan Obat Eropa (EMA) yang menemukan kandungan bahaya yang terkait dengan penanggulangan kanker, yaitu senyawa N-nitrosodimethylamine (NDMA).

Reporter: Saiful Mustofa

Editor / publisher : zai

Facebook Comments