KADES PASAR MELINTANG DIDUGA LECEHKAN PERATURAN PRESIDEN

by
IMG-20190921-WA0381

DELISERDANG , Bratapos.com – Deliserdang memiliki 600an desa yang terbagi dalam satu kabupaten. Luasnya daerah yang diawasi oleh dinas pemberdayaan desa sehingga terfokus pada desa-desa yang jauh dari pusat daerah pemerintahan.

Jumat (20/09/2019),bratapos menerima informasi 20 orang perwakilan masyarakat desa pasar melintang, AS (43thn) merupakan perwakilan dari masyarakat pasar melintang merasa sudah sangat menderita atas penyalahgunaan jabatan dari seorang kepala desa bernama David Sagala.

Disampaikan kepada media bratapos atas penyalahgunaan jabatan tersebut, yaitu alat pertanian yang diterima kepala desa dari salah satu partai saat kampanye pemilu legislatif tahun 2018 diklaim kades David Sagala sebagai inventarisasi pribadi. ” alat pertanian( jonder) tersebut dibelinya seharga 30 juta. Sehingga masyarakat yang hendak menggunakannya dikenakan biaya sewa yang sangat besar.”terang AS.

“bahkan kepala Dusun (kadus) yang membangkang atas kebijakannya yang salah langsung dapat surat pemberhentian dengan alasan sesuai Peraturan tentang umur masa bakti seorang pegawai pemerintahan sudah berakhir atau terlambat datang melaporkan hasil retribusi, atau kadusnya tidak layak dalam penampilan” Ungkap AS.

“yang mirisnya lagi dana sumbangan acara kantor desa tidak pernah dibuatkan laporan penerimaannya, sedangkan setiap acara selalu dikeluarkan laporan pengeluaran dari dana desa atau alokasi dana desa.” Lanjutnya.

“Pada saat 17 Agustus 2019 ada dana 15jt yang dianggarkan, kenyataan banyak penyumbang memberikan bantuan acara agustusan” Terang AS mengingat penyelewengan jabatan kepala desa nya.

“Sesuai peraturan yang ditetapkan oleh Presiden bahwasanya pengurusan sertifikat tanah tidak dipungut biaya berapapun, namun David Sagala mematok harga 500ribu/rantai(20×20 meter)” Keterangan AS.

“Pembangunan BUMDES tidak pernah jadi skala prioritas, karena kantor Bumdes yang seharusnya dilingkungan kantor desa yang masih banyak kosong dilakukan sewa kantor dengan harga yang tidak wajar untuk di pedesaan” Ungkap NPT(68thn)

“David Sagala sendiri mendirikan sebuah cafe yang menyediakan jenis minuman keras dan wanita-wanita”

Dari semua keterangan ini media bratapos mencoba klarifikasi kekantor desa untuk klarifikasi pada David Sagala. Namun tidak bisa dijumpai. Saat semua keterangan di atas dipertanyakan pada aparatur desa yang sedang berada dikantor. “Mohon nama saya jangan disebut dan ditulis pak”kata perangkat desa pasar melintang. ” Benar bahwa ada bantuan alat tani(jonder)dari partai SBY, tapi yang publikasikan alat tanam padi bantuan dari dinas pertanian Deli Serdang, dan pengurusan sertifikat tanah tidak merata 500ribu/rantai pak, bahkan ada juga yang dipatok 100ribu/rantai, tentang cafe tersebut benar milik kepala desa David Sagala, tentang adanya minuman keras dan wanita panggilan,saya memang dengar tapi ngak pernah kesana”terang aparatur desa membenarkan secara berbisik.
“Sudah ngak rahasia lagi pak tingkah kepala desa pasar melintang, tentang ADD/DD sangat rapi laporan nya tapi fiktif nya juga ada, kalau mau jumpa pak kades, lihat saja kesimpang, dia lagi main judi di kedai dekat cafe nya” Tutup aparatur desa yang tidak mau disebutkan namanya.

Saat team bratapos melihat kedai yang dimaksud, terlihat David Sagala sedang sibuk membenahi kartu judinya, dan menarik sejumlah uang dari atas meja ke kantongnya.

Reporter : HANDRIANTO

Editor / Publisher : zai

Facebook Comments