WARGA DUSUN LAODEN OMBEN, KELUHKAN PENDISTRIBUSIAN AIR PDAM YANG TERINDIKASI ADA PERMAINAN

by
IMG-20190912-WA0033

SAMPANG, BrataPos.com – Sejumlah warga Omben Dusun Laoden, Kabupaten Sampang mengeluhkan distribusi air bersih PDAM setempat. Paslanya tidak lancar sehingga merugikan pelanggan.

Dalam hal ini warga Dusun Laoden Omben merasa dipermainkan, karena pembayaran setiap bulannya warga tetap membayar. Air PDAM terhitung 3 hari setiap bulannya yang mengalir pada desa tersebut.

“Jelas dirugikan karena sudah satu Minggu terakhir distribusi air PDAM tidak lancar, bahkan kemarin airnya tidak mengalir sama sekali,” kata salah seorang pelanggan PDAM, Mawi, warga Dusun Laoden kecamatan Omben Kamis (12/09/2019).

Dia berharap agar perusahaan milik daerah setempat tersebut dapat meningkatkan pelayanan dan memperbiki kualitas air bersih, agar tidak merugikan pelanggan.

Warga juga menyesalkan karena pembayaran bulanan jika ada keterlambatan ada pungutan biaya denda perbulan Rp 10.000. Lain halnya dengan Suid warga Laoden ia pemasangan baru namun hanya sekali merasakan air bersih PDAM. “Saya masang baru pak tapi hanya sekali merasakan airnya,” keluhnya.

Bukan hanya itu, Kholil warga lainnya yang juga kecewa atas PDAM Omben. Dia juga setiap bulan membayar, tapi air dalam sebulannya hanya mengalir 3 hari, dan jika ada keterlambatan tetap di pungut biaya sebesar Rp 10.000.

“Saya ini dipermainkan pak oleh pihak PDAM, karena saya yakin ada permaianan oleh oknum yang tak bertanggung jawab,” ungkap Kholil.

Warga merasa kebingungan untuk dapatkan air barsih, karena di dusun Laoden tidak ada pendistribusian air bersih PDAM.

Saat di konfirmasi pihak PDAM oleh warga hanya sebatas selalu mengatakan akan diperbaiki, tapi tetap saja air tidak mengalir.

“Warga juga berharap pada Bupati Sampang supaya tahu jika Desa Omben Dusun Laoden pendistribusian Air bersih terindakasi ada permainan oknum PDAM,” ungkapnya.

IMG-20190912-WA0032

Imam yang juga sebagai warga dusun Laoden menambahkan, bukan hanya itu kami mengganti meteran baru dipungut biaya sebesar Rp 250.000 dan pembayaran setiap bulannnya kami bayar lunas sesuai dengan nilai yang PDAM tentukan. “Tapi airnya yang hidup hanya 3 hari setiap bulannya,” tambahnya.

Warga juga mengatakan takutnya ada perselisihan antar warga karena warga saling tuduh, dianggap ada yang menyumbat di saluran pipa oleh warga Omben adalah tempat sumber mata air namun pendistribusianya tidak lancar padahal desa kami dekat dengan sumber tersebut.

Reporter : TIM
Editor/Publisher : jml

Facebook Comments