Warga Dua Desa di Kecamatan Jangkar, Antusias Pembangunan Tol Probowangi

by
IMG-20190912-WA0030

SITUBONDO, BrataPos.com – Rencana Pembangunan Jalan Tol Probowangi Seksi 2 di Kabupaten Situbondo, nantinya akan melewati dua desa di Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kedua desa tersebut adalah Desa Sopet dan Desa Curah Kalak.

Secara geografis, kedua desa tersebut berada di selatan jalan raya jalur pantura. Proyek jalan tol Probowangi seksi 2 ini, dipastikan akan melewati dua desa itu.

“Yang jelas berdasarkan data yang ada di Desa Sopet ada 38 bidang tanah warga yang akan dibebaskan. Sedangkan di Desa Curah Kalak ada 133 bidang tanah waraga,” ujar Camat Jangkar, H. Sutrisno pada Brata Pos, Kamis (12/9/2019).

Lebih lanjut H. Sutrisno mengatakan, pintu tol nantinya akan ada di Desa Curah Kalak. Karena ini dipersiapkan akses keluar masuk ke Pelabuhan Jangkar.

“Nantinya Pelabuhan Jangkar akan menjadi pelabuhan besar yang melayani penyeberangan orang dan barang antar pulau untuk wilayah timur Indonesia. Oleh karena itu pintu tol diletakkan di Desa Curah Kalak karena aksesnya cukup dekat,” terangnya.

Untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terdampak proyek jalan tol Probowangi seksi 2, pada Jum’at (6/9/2109) lalu kata Sutrisno digelar konsultasi publik pembangunan jalan tol Probowangi seksi 2 di Pendopo Kecamatan Jangkar.

Pada acara tersebut hadir pejabat pengambil kebijakan tol Probowangi Kementerian PUPR bersama Dinas PUPR Propinsi Jawa Timur.

“Setelah disampaikan oleh nara sumber bahwa ini proyek strategis nasional yang harus didukung semua pihak, masyarakat sangat antusias. Apalagi mereka yang punya lahan akan mendapat ganti untung. Jadi yang diganti bukan hanya tanah, tapi apapun yang ada diatas tanah akan mendapat ganti,” jelas H. Sutrisno.

IMG-20190912-WA0031

Karena ini sifatnya hanya konsultasi, maka belum ada transaksi harga tanah. Karena kata H. Sutrisno masih akan dilakukan survey ulang dan pengukuran, serta kejelasan kepemilikan lahan.

“Karena informasinya ada lahan yang disewakan atau digadaikan, bahkan ada yang dijual. Nah ini kepemilikannya harus jelas, sehingga kedepan tidak ada kendala,” urainya.

Diakhir perbincangan Sutrisno menghimbau pada warga yang lahannya akan terdampak proyek jalan tol Probowangi ini agar selektif dan berhati-hati terhadap oknum yang memanfaatkan situasi pembebasan lahan. Sebab dugaannya akan banyak tengkulak yang bermain dalam pembebasan lahan untuk proyek tersebut.

Reporter : Dayat
Editor/Publisher : jml

Facebook Comments