Kajian Hukum Tentang Keterkaitan Sang Dukun Santet Aki

by
IMG-20190911-WA0043

Oleh : SUMARSONI, S.H. (KRAT. SISWA CANDRA WASKITHA) Pendiri dan sebagai Ketua Umum PERKUMPULAN BUDAYA NUSANTARA RASA WENING disingkat (PBN RW ).

Baru baru ini Polisi Ungkap Keberadaan Dukun Santet Kasus Pembunuhan Ayah dan Anak Terbongkar Ada di Lebak Bulus di unggah dari wartakota.tribunnews.com (09/10)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihak polisi sudah mendeteksi keberadaan dukun santet yakni Aki, yang kini diburu polisi karena terkait dalam kasus pembunuhan ayah dan anak, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana alias Dana (23), yang jenazahnya ditemukan terbakar di Sukabumi, Minggu (25/8/2019). Di kutip dari wartakota.tribunnews.com


Kajian Pendapat Hukum

Dalam KUHP belum bisa dipidana karena belum ada UU yang mengatur tentang itu. Andai sudah diaturpun sebagaimana berita tersebut masih bersifat percobaan melakukan pembunuhan dengan keahlian santet (delik materiil).

Kecuali tertangkap tangan dalam praktek santet. Inipun sulit pembuktiannya.

Soal kematian korban dengan luka bakar, AKI ikut terlibat dan atau bermufakat pembakaran atau tidak, kalau tidak ya tidak bisa terjerat pidana atas kematian korban.

Hal ini perlu pembuktian rinci. Soal santet ada wacana mau di masukkan dalam KUHP yang katagori sebagai delik formil sebagaimana pasal 239 sangat rancu dan tumpang tindih maka rusaklah princip² dan asaz² hukum pidana.

Karena Perbuatan percobaan gagal bukan akibat digagalkan seseorang, mestinya Kepoliisian tidak memproses hukum, kecuali gagalnya perbuatan itu karena digagalkan oleh seseorang bisa saja kepolisian melakukan proses penyelidikan.

Publish/editing : Wit

Facebook Comments