Wanita Berparas Cantik, Dibunuh Teman Kencan

by
PicsArt_09-11-05.18.19

GRESIK, BrataPos.com – Setiap orang pasti memiliki teman sepermainan sejak kecil. Teman adalah orang yang paling mengenali dan mengerti. Apalagi teman ada rasa sayang.

Namun gambaran itu tidak terjadi pada Shalahuddin Al Ayyubi warga Perum Banjarsari Asri Gang 6 No. 18, RT. 01 RW. 01, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik yang tega membunuh temannya sendiri Handril Choirun Nisa’a (24 tahun).

Pemuda (24 tahun) itu yang tega menghabisi Handril yang begitu tragis terjadi pada hari Selasa tanggal 10 Septrmber 2019, Pukul 18.30 Wib.

Lelaki dengan badan yang sangat tegap itu tega menghabisi nyawa Handril di dalam area Caffe Penjara, Jalan Raya Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Selain teman sejak kecil. Korban dan tersangka diketahui memiliki hubungan bisnis Kaffe yang ia kelola.

Tidak hanya itu, korban dengan tersangka diduga memiliki hubungan asmara. Pasalnya antara keluarga korban dengan keluarga tersangka sama-sama tahu, bahwa korban dan tersangka dekat.

Mendapat laporan dari masyarakat, bahwa ada sesosok mayat di Kaffe Penjara. Unit Reskrim Polsek Cerme yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Iwan Hari Poerwanto langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tidak butuh lama Polsek Cerme untuk mengungkap pembunuhan dengan cara yang sangat keji. Tepat jam 21.30 Wib, tersangka berhasil ditangkap yang sembunyi di dalam rumahnya di Perum Banjarsari Asri Gang 6 No. 18 RT. 01 RW. 01 Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro saat pres rilis mengungkapkan kronologi. Awalnya tersangka menghubungi korban lewat pesan WA. Tersangka mengajak ketemuan di Caffe Penjara Jl. Raya Banjarsari Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

“Saat korban bertemu dengan tersangka yang datang seorang diri. Tiba-tiba tersangka berpura-pura meminta tolong kepada korban untuk membantu memasukkan kucing peliharaan ke kandang warna merah yang sudah dipersiapkan,” urainya.

Wahyu menjelaskan, beberapa saat kemudian tersangka sempat berkata, “mbak, sampeyan jangan teriak ya, aku cuma butuh Hp sama uang sampeyan”. Tersangka yang sudah bernafsu untuk memiliki barang yang ada dikorban. Tersangka langsung mencekik leher korban.

“Tersangka menggunakan tangan kanan, dan juga membekap mulut korban menggunakan tangan kiri, sampai korban tidak sadarkan diri dan meninggal dunia. Korban sudah tidak bernyawa, tersangka melepas Gelang emas dan cincin emas yang dipakai korban,” jelasnya yang didampingi Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto.

Tidak hanya itu kata Wahyu, tersangka juga melepaskan sepatu, celana, dan celana dalam warna abu-abu yang dipakao korban. Kemudian tersangka sempat melakukan onani sendiri di depan korban yang sudah menjadi mayat.

PicsArt_09-11-05.16.42

Beberapa saat kemudian, tersangka mengambil cangkul, karung sag plastik, dan 1 stoples kopi bubuk yang ada di cafe, dengan maksud untuk menguburkan korban di dalam Area Caffe penjara dan menaburkan serbuk kopi agar mayat tidak bau.

“Namun pelaku tidak jadi mengubur mayat korban di dalam Caffe. Lantaran kondisi lantai di dalam area Caffe penjara di Pavving, dan pelaku pulang ke rumah dan meninggalkan korban di tempat kejadian,” ucap Wahyu.

Polisi berhasil menemukan Barang bukti yang ditemukan di TKP, 1 buah kandang kucing warna merah, 1 buah Helm INK warna Merah, 1 buah Gelang emas, 1 buah cincin emas, 1 Stoples kopi bubuk, 1 bungkus plastik makanan, 1 pasang sandal japit warna biru, 1 buah cangkul, 1 buah Karung Sag plastik warna putih (sebagai penutup korban).

Selain itu, polisi juga mengamankan 1 buah Baju lengan panjang warna biru corak putih (Menempel pada korban), 1 buah BH warna pink (Menempel pada korban), 1 Pasang kaos kaki warna coklat (Menempel pada korban) dan 1 Unit kendaraan sepeda motor Honda Vario Nopol. W-3264-AH, Warna hitam.

Tidak hanya itu, polisi juga mengamankan barang bukti yang ada pada tersangka, 1 buah dompet warna hijau yang berisi : 1 buah SIM-C atas nama korban Hadril Choirun Nisa’a, 1 Lembar STNK kendaraan sepeda motor Honda Vario No. Pol. W-3264-AH, Warna hitam, tahun 2016, 1 lembar kartu Debit Bank BNI atas nama korban, 1 buah kartu Indonesia Sehat, 1 buah Handphone Xiaomi warna putih Gold milik korban dan 1 buah Handphone merk Sony Experia warna sylver milik tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal pasal 338 jo. 365 KUHPidana tentang terjadinya pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Reporter : jml

Editor/Publisher : wo

Facebook Comments