Dua Orang Pembuat Miras Berjenis Arak Di Amankan Satreskrim Polresta Sidoarjo

by
IMG-20190911-WA0005

Sidoarjo. Bratapos.com – Selasa (10/9/2019), Dalam Konferensi Pers yang di pimpin langsung Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dan di Dampingi Kasatreskrim beserta Anggota menerangkan penggerebekan tersebut petugas juga menyita barang bukti berupa 180 kardus yang berisi arak siap kirim, 20 drum bahan baku yang sudah di campur, 20 karung gula pasir (1000kg), 4 kardus ragi, 10 plastik berisi botol kosong, 4 drum berisi limbah cair hasil dari penyulingan arak, 20 tabung LPG ukuran 3kg, 5 buah selang, 1 mesin penyedot, 1 mesin penyulingan, 2 mesin filter.

Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil menangkap dua tersangka tindak pidana pembuatan minuman keras (miras) jenis arak, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol.Zain Dwi Nugroho mengatakan kejadian bermula saat petugas mendapat informasi dari Masyarakat, kalau ada rumah di lingkungan tersebut dijadikan Home industri untuk memproduksi miras jenis arak.

IMG-20190911-WA0006

“Dari Masyarakat Kami mendapat informasi ada sebuah rumah yang beralamat di Desa Sumorame Rt.04 Rw 02 Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, di jadikan tempat untuk memproduksi miras. Petugas langsung melakukan pengecekan dan ternyata informasi tersebut benar. Saat itu juga (13/8/2019) petugas langsung melakukan penggerebekan,” ujarnya saat gelar ungkap kasus pembuatan miras, di halaman Mapolresta Sidoarjo.

Lulusan Akpol 1997 ini menambahkan “Dari hasil penggerebekan petugas berhasil menangkap dua tersangka dan menyita ratusan liter arak siap edar dan baceman sebagai barang bukti. Dan Dua tersangka yang tertangkap saat penggerebekan yakni Novi Setiawan (36)th dan Puji Medianto (28)th keduanya warga Desa Tegal Agung Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tuturnya.

Dalam pengakuannya kepada petugas tersangka mengatakan cara membuat miras cukup mencampurkan tiga bahan yaitu gula pasir,ragi dan air yang di masukkan di dalam drum kemudian di aduk sampai rata. Kemudian diamkan selama dua minggu dengan drum dalam keadaan tertutup agar campuran gula 1pasir,ragi dan air 1tersebut bermentasi.

Setelah 2 minggu kemudian campuran bahan baku tersebut di masak menggunakan kompor gas Elpiji selama kurang lebih 4 jam atau sampai menguap. Kemudian uap tersebut disalurkan dengan selang kedalam bak air dingin untuk di dinginkan sehingga uap tersebut mencair menjadi arak yang masih kotor.

Dan selanjutnya arak yang masih kotor itu di filter supaya bersih dan menjadi jernih. Setelah bersih dan jernih arak tersebut di kemas dengan menggunakan botol ukuran 1,5 liter tanpa merk dengan harga Rp 20.000 dan siap untuk di kirim. Tersangka mengaku sudah menjalankan bisnis haram ini sejak bulan Februari dengan omset Rp. 50.000.000 dalam kurun waktu satu bulan.

Dalam kasus ini Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho mengatakan kedua tersangka tersebut dikenakan pasal 204 ayat (1) dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun dan denda uang sebesar Rp 4 Milyar, Pungkasnya.

Reporter : Alik

Editing/publish : wit

Facebook Comments