DPMD Gelar Bursa Inovasi Desa Tahun 2019

by
IMG-20190911-WA0284

Probolinggo , Bratapos.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2019 Cluster Timur (Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Gading, Besuk, Kraksaan, Krejengan, Maron, Tiris dan Krucil) di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (10/9/2019).

Pada BID kali ini telah disiapkan 3 (tiga) menu bidang, Yakni, Bidang Sumber Daya Manusia yang menitikberatkan pada pengurangan dan pengurangan stunting, menyajikan 2 menu nasional dan 5 menu lokal, Bidang Infrastruktur menyajikan 16 menu nasional dan 1 menu lokal serta Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Lokal, menyusun 23 menu nasional dan 3 menu lokal.

Kegiatan yang mengambil tema “Datang, Komit, Tiru dan Maju” ini diikuti 450 orang peserta yang terdiri dari Camat, Kepala Desa dan Ketua BPD dari 10 kecamatan meliputi Tiris, Krucil, Gading, Pakuniran, Kotaanyar, Paiton, Besuk, Kraksaan, Krejengan dan Maron . Serta anggota Tim Inovasi Kabupaten, Pendamping Profesional P3MD dan Tim Pelaksana Inovasi Desa dari 10 Kecamatan.

Bursa Inovasi Desa tahun 2019 ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Konsultan Pendamping Wilayah Jawa Timur Maulana Sholehuddin, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko dan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda menjelaskan Bursa Inovasi Desa (BID) merupakan bagian dari Program Inovasi Desa (PID) sebagai media pembelajaran bagi masyarakat dan Pemerintah Desa untuk mendapatkan informasi (referensi) yang dapat mendukung pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat melalui penyajian inspirasi dan alternatif pilihan kegiatan-pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang didukung inovatif dan terbukti berhasil.

“Kegiatan ini membutuhkan perencanaan yang lebih baik. Pemerintah Desa akan memilih solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut atau melakukan kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka penggunaan Dana Desa yang lebih efektif dan inovatif,” ungkapnya.

Menurut Syamsul Huda, BID ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi tentang kebijakan PID, program-program alur kerja dan perlindungan serta program-program dukungan pembangunan atau kampanye pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang mendukung inovasi dalam menyelesaikan masalah dan mendukung peningkatan kualitas pembangunan.

“Selain itu, menjaring undangan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang belum terdokumentasi serta menjaring komitmen pemerintah desa untuk mendukung atau mereplikasi perencanaan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif,” jelasnya.

Sementara Konsultan Pendamping Wilayah Jawa Timur Maulana Sholehuddin menyampaikan program ini dapat meningkatkan perekonomian, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Inovasi itu mengembangkan penelitian menggunakan keahlian untuk meningkatkan dan meningkatkan kesejahteraan. Inovasi yang baru dibutuhkan untuk peningkatan kesejahteraan desa, ”katanya.

Sedangkan Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengatakan Dana Desa untuk tahun 2020 dan seterusnya dapat mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Tentunya hal ini sesuai dengan misi dan misi Presiden Republik Indonesia yang sangat konsen terhadap pembangunan desa. Berkembangnya pembangunan di seluruh Indonesia dimulai dari seluruh desa di Republik Indonesia, ”katanya.

Menurut Bupati Tantri, penandatanganan bersama antara kepala desa dan Ketua BPD merupakan komitmen awal. Tentunya program apa pun tidak akan dapat dilakukan tanpa komitmen yang kuat dari kepala desa.

“Setelah disetujui, disetujui apa yang sekiranya cocok dikembangkan di desa, tidak dimulai harus sesuai dengan pilihan. Bagaimana daerah dan desa lain mampu mengembangkan usahanya. Kami berharap dapat memulai, kami membangun desa lebih baik, ”jelasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri menyampaikan Dana Desa yang diturunkan ke desa tidak kemudian kepala desa ini mindsetnya mampu menyediakan edukasi masyarakat dan tidak melulu kemudian membangun infrastruktur. Membangun jalan dan memperbaiki jalan memang merupakan kebutuhan tetapi sampai kapan pun.

“Bangun infrastruktur dan mengecat pagar itu sudah selesai, kita harus menyisihkan sekian persen untuk menyelesaikan bagaimana masyarakat di desanya maju melalui Dana Desa,” tegasnya.

Bupati Tantri menyampaikan keinginan dan cita-cita linier. Bagaimana cara mempercepat proses penganggaran tahun 2020. “Saya ingin dan kita ingin bersama-sama menciptakan Desa Kreatif di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Kepala Desa dan Ketua BPD diwakili dari Desa Pegalangan Kidul Kecamatan Maron, Desa Gading Wetan Kecamatan Gading, Desa Asembakor Kecamatan Kraksaan serta Desa Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar. Serta penyerahan cinderamata kepada Bupati Tantri dari Pendamping Desa dan Tim Inovasi Desa.

Reporter: Saiful Mustofa

Editor / Publisher : zai

Facebook Comments