by

PENGADILAN NEGERI PELALAWAN GELAR SIDANG KASUS PENGEROYOKAN

Pelalawan , Bratapos.com – Kasus pengeroyokan terhadap terdakwa sirait ini berawal pada kejadiannya tanggal 20 mei 2019,menurut terdakwa bernama Sirait menerangkan jepada awak media Bratapos “saya yang dikeroyok pak,saya membela diri saya yang terancam,kalau tidak saya keluarkan senjata softgun saya, waktu kejadian pengeroyokan tersebut, pasti saya sudah koma dirumah sakit ataupun sudah mati pak.” Ungkap Sirait dengan nada kurang puas dan ingin mendapatkan keadilan atas dirinya.

“Softgun milik saya itu sudah dapat izin dari Perbakin,yang saya gunakan buat membela diri saya yang terancam.”lanjut Sirait. ungkap Sirait ” Saya punya lahan perkebunan sawit 58ha yang dikuasai secara paksa oleh Boru Taringan.”

Dilain pihak, awak media konfirmasi kepada Simanjuntak yang merupakan salah satu dari 5 orang penjaga yang dipekerjakan oleh Boru Tarigan, yang juga mendekam satu sel bersama Sirait mengatakan “saya sangat menyesal atas kejadian yang menimpa kami semuanya,kami merasa sudah dipecundangi oleh Boru Tarigan dan kami ini sudah dijadikan sebagai tumbal oleh Boru Tarigan” Ungkap Simanjuntak Cs. “kami direkrut untuk bekerja sebagai petugas keamanan dilahan kebun sawit yang diakuinya sebagai lahan Boru Tarigan,ternyata baru kami mengerti setelah kejadian ini bahwasanya kebun itu milik Sirait”lanjut Simanjuntak dengan nada marah.

” Bahkan sampai sekarang upah atas kerja kami tidak ada dibayarkan Boru Tarigan,hingga kami masuk penjara,Boru Tarigan tidak pernah melihat kami.”keluh Simanjuntak.

Sirait yang ditahan polres Pelalawan 80 hari sudah tiga kali menjalani persidangan ,sementara Simanjuntak Cs sudah 60 hari di tahan Polres Pelalawan dan sudah lima kali disidang (3/9/2019).

Reporter : Toman.s

Editor : fatur

Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA