by

Aksi Unjuk Rasa Warga Demak Mengecam Penyelewengan Sejarah Oleh Ridwan Saidi

Demak , Bratapos.com – Warga dan Penggerak Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) kabupaten Demak menggelar aksi unjuk rasa di Alun alun Demak untuk mengecam pernyataan budayawan betawi Ridwan Saidi bahwa Sultan Demak yaitu Raden Fatah dan Sultan Trenggono adalah Yahudi.

Pengunjuk rasa dari berbagai kalangan,orang tua,remaja,Maha siswa dan tokoh agama menuntut Ridwan Saidi agar meminta Maaf dan mengklarifikasi pernyataannya.

Aksi unjuk rasa damai ini dimotori oleh Penggerak Maha siswa Islam Indonesia ( PMII ) kabupaten Demak dan diawali dari depan kantor Kejaksaan Negeri Demak kemudian berjalan kedepan Masjid Agung Demak dan dilanjutkan dengan berziaran kemakam para sultan Demak dan berlangsung tertib.

Subro,kordinator lapangan aksi unjuk rasa mengatakan “Pernyataan Ridwan Saidi telah melukai hati warga demak khususnya dan Rakyat Indonesia pada umumnya.karena perjuangan kedua sultan Demak tersebut terhadap kejayaan Nusantara islam sangatlah besar

Ridwan harus mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya yang ngawur dan tidak berdasar juga membuat kekacauan sejarah.Kami warga Demak tidak terima” ujar Subro.

Karena pernyataan itu. lanjut subro,warga Demak marah dan resah karena sejarah kasultanan Demak dan jati diri Sultan yang cukup diagungkan sudah dilencengkan dari kenyataan yang ada.

Dan seharusnya sebagai orang yang sudah tua tidak membuat pernyataan yang meresahkan” imbuh subro

Sementara beberapa sumber yang kami temui menjelaskan ” bahwa Sultan Demak Raden Fatah adalah pendiri kerajaan Demak yang menganut ajaran islam pertama ditanah jawa ini.Dan tumbuhnya kota pusat kerajaan Demak Bintoro dipimpin oleh Raden Fatah atas petunjuk dari Sunan Ampel.

Selama masa kekuasaan Raden Fatah hingga Sultan Trenggono,Demak merupakan penyebar agama Islam dan pusat politik yang memegang peranan penting dalam bidang perdagangan antara Demak dan Malaka.

Sultan Trenggono mempunyai semangat untuk melawan Portugis,mengikuti jejak pendahulunya dan membangun hubungan diplomasi dengan beberapa wilayah,seperti Banten,Cirebon,Sumatra dan Kalimantan dan dilakukan dengan cukup intens.

Reporter : Heri

Editor / Publisher : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA