Wakil SEKJEN PB HMI Menduga Ada Saksi Lain Di Kasus Suap KEMENTRIAN PUPR

by
WhatsApp Image 2019-08-15 at 14.26.05

MALUKU, Bratapos.com – Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang memberi keterangan di Gedung KPK, pada beberapa pekan kemarin.

Ditanggapi oleh Wasekjen PB HMI “M.Iqbal Souwakil” yang juga Eks Mantan Ketua Umum HMI Cabang Ambon,

Dengan Tegas Beliau  meminta kepada

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dijadwalkan akan tiba di Kota Ambon beberapa hari ini, untuk segera memeriksa dan terbuka kepada Publik Maluku Soal kasus PUPR yang melibatkan nama Edwin Adrian Huwae sebagai saksi dalam kasus suap terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016.

Hari ini tersangka dalam kasus tersebut sudah berjumlah 12 orang salah satunya HA (Hong Arta John Alfred),”.

Hong merupakan Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (SR) JECO Group.

Ia diduga menyuap sejumlah pihak antara lain Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary serta Anggota DPR Damayanti terkait pekerjaan proyek infrastruktur Kementerian PUPR.

Hong adalah tersangka ke-12 dalam kasus ini. Sebelumnya, KPK Telah menetapkan 11 tersangka lainnya.

Saya menduga jangan sampai ada tersangka lainnya seperti (Hong Arta John Alfred) dalam kasus ini.

Maka dari itu dalam waktu dekat kami akan menduduki KPK RI guna mengawal kasus tersebut sampai di buka ke akar – akarnya. Sekali lagi saya meminta dengan tegas kepada KPK agar memeriksa para saksi dengan detail guna menjalankan tugas sebagai KPK.

Karena dari sebelas tersangka itu adalah Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir (AKH), Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary (AHM).

Kemudian, komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng (SKS), Julia Prasetyarini (JUL) dari unsur swasta, Dessy A Edwin (DES) sebagai ibu rumah tangga.

Ada juga lima anggota Komisi V DPR RI seperti Damayanti Wisnu Putranti (DWP), Budi Supriyanto (BSU), Andi Taufan Tiro (ATT), Musa Zainudin (MZ), Yudi Widiana Adia (YWA), serta Bupati Halmahera Timur 2016-2021 Rudi Erawan (RE).

Perkara tersebut bermula dari tertangkap tangannya anggota Komisi V DPR RI periode 2014 2019 Damayanti Wisnu Putranti bersama tiga orang lainnya di Jakarta pada 13 Januari 2016 dengan barang bukti total sekitar 99 ribu dolar AS.

Uang tersebut merupakan bagian dari komitmen total suap untuk mengamankan proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016.

Reporter          : S.KAIDUPA

Editor               : Dr

Publisher         : Redaksi

Facebook Comments