Dituntutan 5 Tahun, M. Mukhtar Langsung Peluk Istri di Ruang Sidang

by
PicsArt_08-15-09.51.12

GRESIK, BrataPos.com – M. Mukhtar, mantan Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik, harus banyak-banyak berdoa dalam penjara.

Pasalnya, tim jaksa penuntut umum (JPU) yang dikomandoi oleh Andrie Dwi Subianto dari Kejaksaan Negeri Gresik menuntut kurungan penjara selama 5 tahun.

Tidak hanya dihukum badan. Terdakwa juga harus didenda Rp 1 Miliar. Namun bila tidak sanggup membayar, maka diganti hukuman penjara selama 6 bulan.

Selain itu, Jaksa menuntut pula hukuman tambahan berupa uang pengganti kerugian negera Rp 2,1 Miliar dalam kurun waktu satu bulan harus membayar setelah inkrah atau sudah berkekuatan hukum tetap dari pengadilan.

Namun jika tidak mampu membayar. Maka dilakukan penyitaan aset. Dan jika masih tidak cukup untuk membayar kerugian uang negara. Maka diganti pidana penjara selama 2 tahun.

“Uang tersebut dihitung sejak semester pertama tahun 2018, sampai terjadi operasi tangkap tangan pada Januari 2019,” ujar jaksa Andrie.

Terdakwa merupakan tersandung perkara operasi tangkap tangan (OTT) di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik, yang dilakukan oleh tim Pidsus Kejari Gresik pada 15 Januari 2019.

Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang diatur pasal 12 huruf f, juncto Pasal 18 ayat (1), huruf b, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana dirubah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Memohon pada majelis hakim menjatuhi hukuman selama 5 tahun, denda Rp 1 miliar subsider 6 bula,” kata Jaksa Andrie Dwi Subianto di ruang sidang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya Kamis (15/8/2019).

Dalam uraian berkas tuntutannya, terdakwa melakukan pemotongan dana insentif para pegawai BPPKAD Kabupaten Gresik sejak triwulan pertama tahun 2018, sampai terkena operasi tangkap tangan (OTT) pada Januari 2019.

IMG-20190815-WA0044

Modusnya, terdakwa memberikan memo kepada para kepala bidang dan pegawai untuk menyetorkan uang hasil insentif para pegawai.

Hasil dari pemotongan dana insentif tersebut, digunakan untuk keperluan internal dan eksternal.

Sementara keperluan eksternal dibagikan kepada asisten I, II dan III, ajudan Bupati dan Wakil Bupati, Kabag hukum, kasubag hukum, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), membayar hutang kepada pak Chi yaitu almarhum Ketua DPRD Gresik dan setan klemat.

Sedangkan untuk keperluan internal, digunakan untuk membayar pekerja harian lepas (PHL), honorer dan wisata ke Bali. Dari para penerima uang pemotongan dana insentif tersebut, telah mengembalikan kepada Kejaksaan Negeri Gresik pada Rabu (14/8/2019), melalui istri terdakwa M Mukhtar.

“Dari para saksi yang telah disebutkan menerima dana potongan insentif tersebut, telah mengembalikan sesuai perintah majelis hakim. Dengan total dana Rp 167 Juta dan dikembalikan ke kas negara,” kata Andrie, Kamis (15/8/2019).

Jaksa menilai, faktor yang memberatkan, terdakwa sebagai aparatur negara tidak mendukung program pemerintah yang genjar-genjarnya memberantas korupsi serta memperkaya diri.

Hal yang meringankan, terdakwa kooperatif, sopan dalam persidangan, mengakui kesalahannya dan tulang punggung keluarga. Terlihat, terdakwa terus menundukan kepala sambil mendengar pembacaan tuntutan.

Setelah dibacakan, ketuai Majelis Hakim Dede Suryaman mempersilahkan kepada terdakwa dan tim penasehat hukumnya untuk berdiskusi.

Tidak butuh waktu lama, melalui penasehat hukumnya, Alwi langsung meminta waktu 1 minggu.

“Kami mohon yang mulia beri waktu 1 minggu untuk memberi jawaban atas tuntutan jaksa,” ujar Bagus.

Permohonan terdakwa dikabulkan oleh majelis hakim, dan sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda sidang penyampaian pledoi sambil mengetuk palu tandanya menutup sidang.

Usai sidang, Mukhtar yang mengenakan baju batik warna cekolat dengan lengan panjang, langsung memeluk istri dan putrinya yang tampak sedih setelah mendengar tuntutan tersebut.

Namun pria yang berbadan gemuk itu, tampak tegar dan menenangkan hati keluarganya yang rela datang dari Gresik setiap persidangan.

Reporter : jml
Editor/Publisher : nr

Facebook Comments