WGAB: Dugaan Laporan Fiktif Terkait Dana Desa Marak di Papua

by
IMG-20190814-WA0246

Papua , Bratapos.com – Terkait dana Desa atau dana Kampung, Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) provinsi Papua Yerri Basri Mak menghimbau agar penggunaan dana Desa atau dana Kampung harus transparan kepada masyarakat kampung. Jayapura (13/08/2019).

Yerri Basri Mak mengatakan, sesuai pantauan tim LSM Wgab dimana banyak di kampung-kampung yang ada di seluruh kabupaten di Provinsi Papua di duga melakukan penyalagunaan dana Desa.

Pasalnya setiap perkerjaan yang menggunakan dana Desa atau dana Kampung tidak memiliki atau memasang Papan Nama di setiap proyek yang menggunakan dana Desa. adapun dugaan yang kami temui di lapangan di mana banyak dugaan laporan fiktif yang di lakukan oleh para oknum yang berkompeten di setiap Desa – desa yang ada di Papua.

Seperti ada beberapa data yang kami himpun misalnya di kabupaten Nabire, di kami telah menemukan di beberapa kampung di Nabire dimana kami menemukan data yang di duga laporan Fiktif, begitupun di Desa-desa yang ada wilayah kabupaten lainnya khusus di Provinsi Papua.

Maka itu, Yeri menghimbau agar para kepala Kampung harus tranparan dalam penggunaan Dana Desa. Dan bagi aparat kampung yang di duga membuat laporan Fiktif harus bersedia menanggung resiko atas dugaan kesalahan tersebut.

“Sangat di sayangkan jika Program yang di berikan oleh Presiden jika tidak di gunakan sebaik mungkin untuk pembangunan Desa atau kampung, Sebab dana desa yang di berikan melalui Program Presiden untuk masayarakat Desa dan kampung-kampung guna untuk pembagunan inspratur dikampung bisa berjalan dengan baik dan masyarakat bisa menikmatinya melalui program pembangunan kampung.

Yerri Berharap agar dana kampung bukan untuk di bagi-bagi, dan dana kampung bukan untuk kepala kambung bawah kekota digunakan untuk kepentingan pribadi atau di pakai untuk hura-hura,” ungkap yerri.

“Perlu di ketahui bahwa sangat disayangkan jika kita melihat contoh, dimana banyak kepala kampung yang masuk tahanan atau dipenjara dikarenakam salah mempergunakan dana Kampung atau dana Desa.

“kalau tidak mau di tangkap, dana kampung pergunakan dengan sebaik-baiknya. Jika saat dana kampung cair di harapkan agar melihat program apa yang harus dibuat di kampung kita, seperti jembatan, jalan, kesehatan, pendidikan, keagaman serta program-progam prioritas unggulan lainnya guna untuk kepentingan Masyarakat kampung.

Jika dana Kampung di pergunakan dengan semestinya sesuai kebutuhan warga, tentunya Desa atau Kampung tersebut terlihat maju sesuai harapan presiden Jokowidodo,” jelas Yerri.

“Namun jika para kepala kampung yang di duga menyalagunakan Dana Kampung tersebut silahkan menanggung resiko atas pembuatannya sendiri, “tandas yerri Basri Mak.

Reporter : RK

Editor / Publisher : zai

Facebook Comments