Pembebasan Lahan Menjadi Kendala Pembangunan Bandara Pulau Kangean Sumenep

by
IMG-20190814-WA0229

SUMENEP , Bratapos.com – Hingga saat ini rencana pembangunan bandar udara (Bandara) di pulau Kangen, Sumenep, Madura, Jawa Timur masih terkendala Pembebasan lahan.

“Lama sekali, juga tidak menyangka sampai awal hingga periode kedua belum selesai masalah tanah (pembebasan Iahan),” kata Bupati Sumenep, Bupati Sumenep saat dikonflrmasi sejumlah media, Rabu (14/8/2019).

A. Busyro Karim juga mengatakan, untuk pembasan lahan pembangunan bandara tersebut ditargetkan di tahun 2020 mendatang. Pasalnya, pembasan lahan saat ini masih di anggarkan melalui APBD tingkat II.

“Baru dianggarkan, anggarannya baru masuk di Banggar (badan anggaran). InsyaAllah (pembebasan lahan) dimulai tahun 2020,” tambah Suami Nurfitriana

Lanjut Bupati Sumenep yang sudah dua periode, proses penganggaran pembesan lahan itu baru bisa dilakukan setelah setelah izin penentuan lokasi (penlok) selesai.

“Penolakanya sudah turun, sehingga tinggal menindaklanjuti proses pembebasan lahan bandara,” jelasnya.

Pria yang juga mantan Ketua DPRD dua periode itu berharap, semua element agar dapat saling mendukung dan bersinergi, biar pembangunan bandara cepat terialisasi.

Pembangunan bandara itu sendiri sudah berhembus sejak tahun 2014 lalu. Bahkan, beberapa tahun lalu, Pemerintah daerah telah mengeluarkan anggaran senilai Rp 1 Milyar untuk pembebasan 7 hektar lahan.

“ltu dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk mempermudah rencana penambahan transportasi udara itu,” ucapnya.

Namun, hingga saat ini, pembebasan lahan di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean itu sia-sia. Pasalnya, lokasi yang dibebaskan dianggap kurang cocok untuk dibangun bandara. Hingga tahun 2019 pembebasan lahan masih terkatung-katung.

Reporter : zainur

Editor / Publisher : zai

Facebook Comments