Diduga Melanggar UU ITE, Gavin & Luluk Terancam di Polisikan

by
WhatsApp Image 2019-08-10 at 10.33.50

Sidoarjo,bratapos.com – Gavin Margo dan Luluk diduga tanpa izin telah memproduksi, memalsukan dan memperdagangkan produk Kosmetik. Produk yang dimaksud  berupa  kecantikan merk VIN SKIN melalui online. Atas dasar itu, korban bakal melaporkan keduanya ke Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Kepada awak media, Deny selaku koordinator tim investigasi menyampaikan, pada tanggal 07-08-2019, hasil kegiatan pull data. Bahkan, tim ivestigasi dilapangan ditemukan fakta bahwa,  Gavin Margo dan Luluk telah melakukan suatu kegiatan usaha transaksi jual-beli barang jenis kosmetik kecantikan merk VIN SKIN melalui online.

“Tim kami telah mendapatkan bukti – buktinya. Baik barang kosmetiknya dan bukti pembayaran yang telah dilakukan melalui transfer ke nomer rekening milik Gavin Margo.

Selain itu, kepada kami dan dihadapan beberapa saksi, Luluk telah mengakui bahwa barang daganganya yang diperjual-belikan melalui online tersebut tidak memiliki izin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait alias bodong,”terang Deni.

Saat awak media melakukan wawancara dengan lelaki muda yang ada didalam rumah di Perumahan Pondok Jati  kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo, pemuda tersebut mengatakan,”memang benar tempat ini milik Luluk dan Gavin Margo. Disini menjual barang kosmetik melalui online.” Ucap Deny menirukan gaya bicara pemuda yang terekam dalam video tersebut.

Masih kata Deny, dihadapan tim kami dan beberapa temanya luluk sendiri, Luluk mengakui bahwa kosmetik dengan Merk VIN SKIN yang diperjual-beliannya belum memiliki izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM).

Menurut informasi yang diperoleh dari beberapa narasumber, dalam menjalankan usahanya di rumah tersebut, Davin dan Luluk memiliki empat orang karyawan.

Deny juga membeberkan, Pada saat timnya melakukan konfirmasi kepada Luluk, Luluk marah dan mengatakan,” Apabila bapak – bapak mau melaporkan usaha saya silahkan, saya akan mengikuti prosedur yang berlaku. Saya kenal semua sama orang Polda, saya sudah memberi atensi ke orang – orang Polda.

Saat itu, lanjut Deni, Luluk juga mencatut nama petinggi Polda Jatim yang menjabat sebagai Wadirkrimsus.

Sebagai tindaklanjut atas temuan tersebut, Deni bakal segera melaporkan Davin dan Luluk secara resmi ke Polda Jatim. Dengan dugaan telah melanggar Pasal 28 Ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 45 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008.

Selanjutnya Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE ) berbunyi,”Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

“Mereka berdua telah memenuhi unsur -unsur dalam Tindak pidana ITE  Pasal 28 Ayat (1) yakni, dengan sengaja telah Melawan hukum. Dalam transaksi elektronik tersebut dapat mengakibatkan kerugian konsumen karena telah menjual barang kosmetik yang tidak memiliki izin dari BPOM,”pungkasnya.

Selanjutnya, saat dikonfirmasi Bratapos melalui Chat WhatsApp dengan nomor 0819-0568-xxxx, Luluk memberikan klarifikasi. “Saya akan mengurus perizinan.Kalau anda memberitakan diluar dari yang ada, akan saya laporkan media anda ke Dewan Pers dan anda akan saya laporkan ke Polres,” ujar Luluk via W A………….Bersambung

reporter : (Edwin rio).

editing/publish : Wit

Facebook Comments