Dana DAK DISKES LABUSEL,2016.2017 Raih Jadi Kekayaan Koruptor

by
WhatsApp Image 2019-07-29 at 14.47.52

LABUSEL, Bratapos.com –  PP. RI No. 54 thn 2010 bahwa pengadaan barang /jasa pemerintah yang Efisien terbuka dan kompetitif sangat di perlukan ketersediaan  barang dan jasa yg ter jangkau dan berkualitas, sehingga  akan berdampak pada peningkatan pelayanan publik seperti systim informasi Dinas Kesehatan yang Bersumber dari DAK ( Dana Alokasi khusus) APBN pada thn 2016 dan 2017 , ber jumlah ratusan jutaan,  di Duga tidak ada mampaat bagi puskesmas pada hal Dana tersebut di peruntukkan untuk mempermudah akses Informasi dari Beberapa Puskesmas di kabupaten labuhanbatu selatan namun sampai saat ini tidak berfungsi ,bahkan menghambur-hamburkan anggaran APBN, apalagi Dana tersebut yg seharusnya di kelola langsung para Kapus masing – masing wilayah , ketika Berata pos mau konfirmasi kpd kadis kesehatan  labusel 15/07/2019.

Sekitar jam 02.13 wib Kadis tidak berada di kantor sesuai dengan informasi piket namun kita melanjut kan ke esokan harinya 16/07/2019 malah ada tamu itu lah informasi dari Ajudan Kadis Kesehatan se akan-akan Kadis kesehatan labusel terkesan bingung atau menghindar dalam mempertanggung jawabkan dana tersebut atau memang pura-pura tidak tau tentang anggaran yg begitu besar di Dinas kesehatan atau   tidak mau tau, menganggap  sepele dengan Proyek tersebut, Brata pos mempertanyakan melalui seluler membuat hal Konfirmasi terhadap Kadis Kesehatan namun tidak ada jawaban sampai berita  ini kita turunkan, dengan Dasar Hukum UU pokok pers no. 40 thn 1999,UU KIP no. 14 thn 2008 dan PP. RI no.20 thn 2001,pada pasal 18 ayat 1 dan 2, Media BRATA POS LABUSEL, bersama ini menyampaikan bahwa adanya temuan yang harus di pertanyakan terkait Pengadaan Barang & Jasa, Perangkat System Informasi Dinas Kesehatan Labusel  Tahun Anggaran 2016-2017.Ada pun masalah :

  1. Belanja Modal Pengadaan perangkat system informasi untuk TA.2016 Dinkes Labusel untuk 8 unit  Puskesmas dengan pagu anggaran sebesar 128 Juta per unit Puskesmas.
  2. Belanja Modal Pengadaan perangkat system informasi kesehatan di Puskesmas Tahun Anggaran 2017 untuk 9 Puskesmas dengan pagu anggaran sebesar 128 Juta rupiah per unit PUSKESMAS.
  3. Dari kedua Anggran Pengadaan Perangkat Syistem informasi kesehatan TA.2016-2017 sumber dari dana DAK, dengan total unit sebanyak 17 unit dikalikan 128 Juta per unit dan jlh yang sangat besar , Dana tersebut sudah di realisasikan atau belum kpd Puskesmas masing-masing, beberapa Kapus kita tanyakan hanya yg bisa tunjukkan barang Komputer seakan-akan bukan memberikan keterangan mungkin sudah ada tekanan dari oknum petinggi pemerintah labusel  dgn uraian masalah yang Di duga Bahwa system informasi dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan seharusnya sudah tersambung melalui jaringan internet di 8 unit Puskesmas  sejak proyek Tahun Anggaran.2016, namun sampai saat ini di Duga tidak berfungsi sebagaimana semestinya.

Ironisnya lagi  barang yang telah dibelanjakan kini mubazir dan tidak terpakai,Bahwa tidak berfungsinya system informasi tersebut merupakan suatu tindakan yang merugikan negara dan pelayanan publik dan keuangan negara pada khususnya ,namun TA 2017 kembali lagi dianggarkan, juga  di Duga tidak  berfungsi sehingga terindikasi adanya pemborosan anggaran alias,di Duga piktif pada program tersebut.

Hal ini telah kami beberapa kali kami mau menjumpai plt Kadis Kesehatan atas nama dr Efdy zul pasisal dan PPK thn 2017,Hendak konfirmasi langsung kepada Kadiskes Labusel dan PPK  tetapi sampai saat ini tidak pernah  ada alias di Duga menghindar dari pertanggung jawaban sebagai plt Kadis,menurut informasi yg di himpun dar beberapa Puskesmas Anggaran tahun 2017 juga adalah buatan PPK An.  KHAIRUL IDAMAN SINAGA, yang sekarang menjabat Kabud di Dinas kesehatan labusel. BRATA POS labusel memohon kpd Instansi penegak hukum memeriksa Kadis kesehatan dan PPK tersebut  yang di duga kami anggap Benar Dana thn 2017 tersebut sangat bermasalah.

Reporter              : pp

Editor                   : Dr

Publisher             : Redaksi

Facebook Comments