by

Diduga Mark Up Anggaran Kampung Tanjung Agung, Dalam Pembuatan Balai Kampung Yang Berukuran 8×12. M

WAYKANAN, BrataPos.com – Dalam juknis pembangunan fisik yang bersumber dari Dana Desa (DD), terkadang lupa akan laporkan diakhir tahun. Sehingga terkesan lebih memilih keuntungan besar.

Salah satunya terlihat dari salah satu Kampung Tanjung Agung, Kecamatan Pakuon Ratu, Kabupaten Waykanan dalam pembuatan Balai Kampung yang berukuran 8×12 m, memakan anggaran hingga hampir mencapai 400 juta.

Menurut Kepala Kampung Tanjung Agung, Kecamatan Pakuon Ratu, Kabupaten Waykanan, Eko Heriyanto mengataka.

“Anggaran tersebut dibuat oleh tim perencanaan. Sebelumnya dan tidak ada sangkut pautnya dengan Kampung, apalagi dengan Kepala Kampung,” jarnya.

Lanjut dia. Kalau soal anggarannya saya tidak tahu. “Karena yang buat perencanaan itu bukan saya, dan saya mau bahwa mereka siap bertanggung jawab dalam segi apapun,” sambung dia. (26/07/2019).

Kepala Kampung Eko Heriyanto juga mengatakan. “Kalau para Kepala Kampung menyetorkan yang kisarannya tidak dijelaskan olehnya kepada Forum Abdesi guna mengkondisikan apa-apa di bawah,” imbuh dia.

Hal ini menjadi pertanyaan, setoran yang dilakukan oleh Kepala Kampung Tanjung Agung, bahwa seakan-akan menutup-nutupi penyimpangan atau dugaan Mark Up anggaran yang dilakukan dalam pembuatan Balai Kampung tersebut.

Sedangkan menurut para pekerja pembuatan Balai Kampung yang namanya tidak mau di beritahukannya,

“Anggarannya benar tidak masuk di akal, sebenarnya kalau untuk Pembuatan Balai Kampung yang ukurannya 8×12 m, tidak sampai sebesar itu,” katanya.

Masyarakat dan pekerja pembuatan Balai Kampung mengharapkan Dinas terkait memonitoring dan langsung Kroscek kegiatan pembuatan Balai Kampung tersebut.

Reporter : Yopi/Budi
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA