by

Dirut PT KH, Diputus Onslag Oleh Hakim PN Gresik

GRESIK, BrataPos.com – Pengadilan Negeri (PN) Gresik, membebaskan terdakwa Muis Al Fadhi (29), Direktur PT. Kapling Hijau dari segala tuntutan (onslag) atas kasus penipuan dan penggelapan tanah kapling yang merugikan korban hampir 1 Miliar.

Dalam amar putusannya. Ketua Majelis Makim Eddy menilai, perkara yang menjerat terdakwa bukanlah masuk ke dalam ranah pidana, melainkan perdata.

“Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan perbuatan sebagai dakwaan alternatif pertama penuntut umum, akan tetapi perbuatan tersebut bukanlah tindak pidana,” tegas hakim Eddy. Kemarin (23/7/2019).

Dalam urain amar putusannya majelis hakim tidak sependapat dengan tuntutan yang diajukan JPU Nurul Istiana, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 3 tahun. Terdakwa dikenakan pasal 378.

Hakim berpendapat, tidak menemukan unsur melawan hukum terkait perbuatan yang dilakukan terdakwa. Hubungan antara terdakwa dan korban merupakan hubungan jual beli. Selain itu, ada surat AJB dan IJB.

“Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya. Membebankan biaya perkara kepada negara,” kata hakim.

Menanggpai putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum, Nurul Istiana dan Alifin N Wanda meminta waktu selama tujuh hari untuk pikir-pikir. Apakah mengajukan Kasasi atau tidak. “Tunggu tujuh hari ya,” katanya usai persidangan.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Wagiman menyatakan, pihaknya tentunya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada majelis hakim atas putusan ini.

“Putusan hakim sesuai dengan yang di sampaikan pada nota pembelaan (pledoi). Dalam pembelaan, ia melihat perkara tersebut seharusnya masuk dalam ranah perdata. Dalam pledoi, kami memang meminta bebas atau lepas (onslag),” katanya.

PicsArt_07-24-09.49.38

Sesuai fakta persidangan, perbuatannya memang terjadi, tetapi tidak ada unsur melawan hukum, karena berawal dari kesepakatan antara klien kami dengan korban, sambung Wagiman usai sidang.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Gresik Edrus mengatakan, mulai hari ini dia langsung mengajukan kasasi.

“Saya kasasi. Karena saya sudah menuntut tinggi. Tapi majelis hakim memutuskan onslag. Padahal menurut saya kasus KH ini, jelas pidana bukan perdata,” katanya Rabu, (24/7/2019).

Sebagaimana disebutkan dalam dakwaan JPU, kasus yang menjerat terdakwa bermula pada Oktober 2016 sampai 2018 di kantor Kavling Hijau (KH) yang beralamat di Desa Bulurejo Jalan Kalianyar, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik atau di kantor pemasaran di Jalan Raya Dermo No.5, Desa Dermo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik dengan modus mengadakan perjanjian jual beli tanah untuk dijadikan perumahan.

Reporter : jml

Editor : nr

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA