Anggaran pemkot batu di bidang pariwisata dan pemberdayaan masyarakat

by
image2

Laporan keuangan Pemerintah Daerah merupakan wujud dari pertanggungjawaban Pemerintah Daerah kepada masyarakat yang harus akuntabel. Laporan keuangan Pemerintah Daerah dibuat untuk mempublikasikan informasi yang sesuai terkait dengankondisi keuangan dan semua transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode. Laporan keuangan Pemerintah Daerah pada intinyadigunakan untuk mengetahui nilai sumberdaya ekonomi yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan operasional Pemerintah, mengukur kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan.

Tujuan umum mengenai laporan keuangan Pemerintah Daerah yakni memaparkan informasi terkaitdengan kondisi keuangan, realisasi anggaran, saldo anggaran, arus kas, hasil operasi, dan perubahan ekuitas suatu entitas pelaporan. Pada dasarnya tujuan pelaporan keuangan Pemerintah Daerah adalah untuk menyajikanin formasi yang berguna sebagai bahan pengambilan keputusan dan sebagai bentuk akuntabilitas atas sumberdaya yang dikelola.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota batu tahun 2019 pemerintah kota batu benar-benar di prioritaskan pada kepentingan masyarakat, dari anggaran pendapatan belanja daerah pemkot batu tahun 2019 senilai Rp 1 triliun 64% diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat sementara 36% digunakan untuk keperluan aparatur pemkot

Ada 3 progam yang diprioritaskan yang akan di jalankan pemerintah kota Batu tahun 2019 ketiga progam yang akan diprioritaskan pemkot batu pada bidang pariwisata,pertanian, dan UMKM. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu sebesar Rp 949 miliar, PAD dibagi 2 bagian dari segi belanja daerah sebesar Rp 949 miliar. Yakni belanja tidak langsung Rp 516 miliar disiapkan untuk menggaji aparatur sipil negara, tunjangan , gaji ke-13 dan 14, kenaikan gaji ASN dan belanja langsung sebanyak Rp 429 miliardipergunakan untuk progam yang telah disusun oleh pemkot Batu untuk masyarakat , oleh karena itu anggaran pendapatan belanja daerah kota batu tahun 2019 benar-benar dianggarkan untuk kepentingan masyarakat.

Progam utama yang akan dilaksanakan oleh pemerintah kota batu tahun 2019 sejalan dengan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA), difokuskan untuk upaya pencapaian utama dan sasaran pembangunan daerah 2018 yang telah disesuaikan RPJMD 2017-2022

Pemkot batu menyiapkan anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk meningkatkan sektor pariwisata dikota batu, Dinas pariwisata kota Batu menrancang bisa merevitalisasi dan memunculkan minimal dua desa wisata baru setiap tahun.

Usahakan UKM meningkat , pelit kota batu gelar pembinaan dan pemasaran produk usaha mikro secara online melalui media sosial. Selain mengupayakan UMKM meningkat serta untuk meningkatkan pemasaran hingga tingkat internasional, pada intinya adalah untuk memberi pendampingan kepada pelaku usaha mikro di daerah kota batu.

Pemerintah kota sangat peduli dengan perkembangan dan progam yang di tujukan untuk UMKM agar dapat meningkat, pemerintah kota juga berharap agar peserta yang mengikuti kegiatan dapat bersungguh sungguh memanfaatkan pelatihan tersebut, sehingga akan muncul inovasi baru yang bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha untuk lebih meningkatkan pendapatan masyarakat yang melakukan usaha di wilayah kota batu.

Dibidang pariwisata pemkot batu mendorong peningkatan potensiyangada diwilayah tersebut, banyak potensi yang dapat dikembangkan seperti budaya hingga kuliner yangada di wilayah pemkot batu, yang terpenting adalah meningkatkan sumber daya manusia yang ada di wilayah batu, karena pemkot batu sadar bahwa banyak potensi alam untuk wisata di wilayah batu, pemerintah kota batu juga berkomitmen untuk menjadikan kota batu menjadi destinasi wisata yang akan menarik banyak pengunjung.

Konsep Pembangunan

Kelengkapan di destinasi wisata menjadi nomor satu bagi pengelola. Diharapkan, tak akan ada lagi wisatawan yang datang kecewa karena fasilitas yang minim. Ini sesuai dengan tujuan didirikannya destinasi wisata yaitu untuk memanjakan pengunjung.Jika tidak, maka wisatawan akan merasa jenuh dan dikhawatirkan tidak akan kembali lagi. Terdapat tiga elemen yang perlu diperhatikan oleh pengelola destinasi wisata terkait produk yang dihasilkan. Yaitu banyak pilihan atraksi yang tersedia, fasilitas yang maksimal dan memadai, serta aksesibilitas yang dekat dan mudah dituju oleh wisatawan. Ketiganya memiliki hubungan yang erat dengan kekhasan serta keunikan produk yang membuat destinasi wisata terlihat menarik.

Jika semua tertata dengan baik, tinggal melakukan pemasaran pariwisata. Berpikir ‘swasta’ dalam membentuk destinasi wisata yang maju adalah penting. Dengan demikian, keberadaannya akan dihargai wisatawan yang melakukan kunjungan. Pemda perlu menyiapkan SDM profesional dalam mengelola destinasi wisata. Salah satunya di bidang pemasaran. Rumitnya promosi inilah yang memunculkan teori integrasi pemasaran terpadu. Di dalamnya, terdapat beragam kegiatan promosi yang mampu mendongkrak popularitas destinasi wisata secara maksimal. Upaya ini sangat strategis dan harus dilaksanakan dengan baik supaya tetap kokoh walau ada pergantian kepemimpinan.

Karena secara umum, destinasi wisata diwajibkan membuat titik ukur untuk menetapkan kaki sebelum melangkah maju ke depan. Intinya, destinasi wisata mampu berjalan lurus sesuai visi dan misi yang dibuat dalam master plan. Master plan ini harus dirumuskan bersama. Semakin banyak personil yang terlibat, maka berbagai kekurangan dapat diminimalisir dan dicarikan solusi yang baik. Dengan demikian peranan antara pemerintah dengan swasta akan semakin kerja super ekstra dalamm meningkatkan kemajuan sebuah daerah pariwisata lebih maju dan lebih baik. Demikian masyarakat akan lebih menikmati fasilitas dari pemerintah dan pemerinta daerah juga memanfaatkan anggaran yang telah di berikan kepada daerah tersebut. selain beragam cara untuk menggapai tujuan juga terurai dengan baik. Akhirnya, target daerah untuk memiliki destinasi wisata di jangka panjang sebagai salah satu aset dapat terwujud dengan baik dan dapat di kembangkan lebih di tahun-tahun berikutnya

Penulis : Helmie maulia w Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Penulis : Helmie maulia w Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Facebook Comments