Akibat Cuitan di Grup Whatsapp Dinilai Menghina, Pengusaha Mebel Dipolisikan Pengacara

by
PicsArt_07-19-07.58.15

GRESIK, BrataPos.com – Cuitan di media sosial Grup Whatsapp “Yasinan”, yang diduga telah menghina seorang pengacara. Empat orang emak-emak berujung diadukan ke polres Gresik.

Mereka adalah Yeni Dwi, Tri Murdiyaningsih, dan Mina, serta Hj. Astutik. Semuanya warga Desa Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Ke empat pengusaha mebel itu, Jumat (19/7/2019) pagi sekitar jam 9.00 WIB, memenuhi panggilan penyidik, atas aduan seorang pengacara bernama Sulton Sulaiman.

Mereka yang terdiri dari emak-emak, tampak memasuki ruang Unit Tipiter Satreskrim Polres Gresik. Sekitar 5 jam mereka menjalani pemeriksaan polisi.

Mereka diadukan atas dugaan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mereka dianggap telah menghina profesi pengacara di dalam grup Whatsapp yang berisikan lebih dari 20 anggota.

Usai menjalani pemeriksaan, para teradu enggan bicara. Saat ditemui di Mapolres, mereka irit berkomentar banyak. “Tadi habis diperiksa disitu (Tipiter, Red),” kata Mina, ketika berada di depan ruangan unit Pidana Ekonomi (Pidek).

PicsArt_07-19-08.04.46

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Gresik, IPTU Igo Akbar mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara bergiliran. Setelah salat duhur proses pemeriksaan selesai. Semuanya kembali pulang.

“Benar, hari ini penyidik melakukan pemeriksaan terhadap empat teradu. Pemeriksaan seputar kronologis dan beberapa keterangan lain,” katanya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Sulton membenarkan telah mengadukan empat perempuan tersebut. Dia mengatakan, bahwa pesan dalam grup Whatsapp jamaah yasin itu berbunyi “pengcara tahu bulat” dan “pengacara tahu petis” yang ditujukan kepada dirinya.

“Ini sudah menghina profesi pengacara dan telah membuat kami malu. Profesi Advokat sangat terhormat dan mulia serta dilindungi Undang undang Nomor 18 tahun 2003. Terkait masalah ini kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujar Sulton.

Reporter : jml
Editor : jas
Publisher : redaksi

Facebook Comments