Teknologi Maju, Hoax Melaju

by
IMG-20190713-WA0055

Semakin berkembangnya zaman, teknologi yang ada di Indonesia pun juga semakin maju. Masyarakat semakin di mudahkan dalam melakukan pekerjaan, dan pengetahuan menjadi semakin luas karena informasi menjadi mudah didapatkan. Masyarakat pun meramalkan di masa depan mereka hanya mengakses informasi dari media digital, sebab tren yang mulai menyusut dari media lainnya. Namun sayangnya kemajuan teknologi di Indonesia tidak diiringi dengan kemajuan kualitas Sumber Daya Manusia yang di miliki masyarakat.  Tingkat kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia masih terbilang rendah.

Masyarakat Indonesia dirasa masih terjebak dalam kebudayaan tradisional mereka, sehingga ketika teknologi modern masuk dalam kehidupan mereka, culture shock ikut masuk dalam diri mereka. berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bank Dunia, kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia berada pada peringkat 87 dari 157 negara sehingga masih perlu perbaikan yang menyeluruh dengan dukungan semua pihak. Akibat tingkat kualitas Sumber Daya Manusia dan kemajuan teknologi yang tidak seimbang, masyarakat Indonesia menggunakan teknologi tersebut tanpa memilah dan mengerti dengan baik bagaimana teknologi tersebut beroperasi.

Sehingga dari situlah oknum oknum tak bertanggung jawab mulai beraksi dengan menyebarkan hoax kepada masyarakat. Maraknya situs-situs penyebar hoax semakin hari semakin bertambah. Masyarakat Indonesia lebih mudah dan cepat menerima konten online, hal ini yang menjadi alasan mudahnya masuk berita bohong alias hoax mudah tersebar di media sosial. Kebanyakan dari berita hoax tersebut juga merupakan opini publik yang berujung pada isu, sehingga belum diketahui kebenarannya sebab hal tersebut hanya berbentuk dalam sebuah argumen pribadi. Hadirnya berita dalam media kemudian membuka peluang berkembangnya tafsir dan opini publik yang bercampur hoax. Salah satu contoh kasus hoax yang ada di Indonesia yaitu Kabar pesawat Citilink hilang kontak. Pesawat Citilink sempat dikabarkan hilang kontak pada bulan Agustus 2018, pesawat QG 801 dengan rute menuju Semarang – Surabaya ini dikabarkan mengalami emergency selama penerbangan di ketinggian 10.000 kaki.

Setelah di klarifikasi ternyata kabar tersebut tidak benar. Euforia pemilihan umum 2019 ikut terkena dampak dari hoax pula. Terdapat meme tentang survey pilpres 2019 tersebar, yang mana meme tersebut terdapat logo Indo Barometer. Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menjelaskan bahwa meme yang menyatakan hasil survey pemilihan umum tersebut adalah berita bohong alias hoax. M. Qodari juga akan melaporkan pembuat meme yang menyebarkan hoax tersebut kepada pihak yang berwajib melalui hokum yang berlalu. Kebanyakan dari masyarakat menganggap bahwa maraknya penyebaran berita hoaks tidak dapat dilepaskan dari oknum oknum yang bertindak sebagai pembuat atau penyebar berita hoaks itu.

Dilihat dari sisi psikologis, pembuat dan penyebar berita hoaks adalah pribadi yang ingin dikenal dan diakui keberadaannya oleh orang lain, melalui sesuatu yang ia hasilkan atau bagikan ke sosial media. Dengan maraknya hoax yang beredar di sosial media, masyarakat akan sangat dirugikan karena tanpa disadari mereka menghabiskan banyak waktu untuk membahas sesuatu yang tidak perlu. Masyarakat juga menjadi kehilangan kepercayaan terhadap berita atau informasi yang mereka terima.

Untuk mencegah wabah berita hoax ini menyebar ada beberapa hal yang dapat di lakukan oleh masyarakat. Yang pertama jangan terburu untuk menyebarkan. Di era sosial media seperti sekarang ini, setiap orang cenderung ingin jadi sumber pertama yang menyebarkan berita dan inilah yang membuat kita jadi tanpa pikir panjang langsung share berita yang diterima. Sebelum kamu putuskan untuk membagikan, ada baiknya untuk memastikan kebenarannya.

Yang kedua waspada dengan click bite. Pada umumnya berita hoax di awali dengan judul yang click bait, contohnya saja langsung menunjuk ke pihak tertentu. Isi beritanya pun bisa diambil dari isu isu yang hangat dari masyarakat namun informasi yang tersedia merupakan sebuah pemikiran si pencipta hoax tersebut. Sehingga sebelum termakan dengan judul dan mencerna informasi tersebut, sebaiknya Anda telusuri dulu dengan cara mencari berita yang serupa dari media resmi. Kemudian bandingkan isi keduanya, apakah sama atau bertolak belakang. Bila jawabannya adalah bertolak belakang, bisa dipastikan itu merupakan berita palsu. Yang ketiga periksa faktanya terrlebih dahulu.

Cara menanggulangi berita hoax dengan cara memeriksa fakta dari berita yang tersebar di media sosial. Periksa dahulu sumbernya, apakah dari pihak resmi atau tidak. Apabila informasinya berasal dari pelaku ormas, pengamat tokoh politik, maupun orang awam jangan terlalu cepat untuk mempercayainya. Seleksi berita tersebut dengan mencari sumber lainnya supaya Anda bisa membandingkan kebenaran informasi serta kronologi yang utuh dalam berita yang anda dapatkan.

Selanjutnya deengan cara Edukasi Literasi Digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika turun tangan untuk mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi digital, salah satunya melalui Mudamudigital. Mudamudigital merupakan sarana bagi para generasi milenial untuk berbagi ilmu dengan para pakar literasi digital Indonesia. Tujuan mudamudigital adalah membentuk generasi milenial Indonesia agar mempunyai kecerdesaan literasi digital yang tinggi. Dengan cara itulah anak-anak muda tidak gampang dipengaruhi oleh berita-berita hoax yang dapat menurunkan tingkat persatuan dan kesatuan bangsa.

Yang ke lima lihat tanggal terbit terlebih dahulu. Masyarakat harus mengecek kapan tanggal berita diterbitkan untuk memastikan berita itu valid atau hoax. Berita hoax tidak memiliki tanggal yang bisa diverifikasi, sehingga informasi yang di sampaikan tidak jelas kapan terjadinya. Dan yang terakhir laporkan berita hoax. Jika Anda menemukan adanya berita hoax, tak ada salahnya untuk segera melaporkannya pada pihak media sosial tempat tersebarnya berita tersebut. Biasanya masing-masing media sosial sudah memiliki fitur Report untuk konten atau komentar yang diketahui melanggar. Seperti pada Facebook, terdapat fitur Report Status dan di dalamnya ada pilihan kategori jenis pelanggaran. Jika terdapat banyak aduan dari penggunanya, maka Facebook akan menghapus status tersebut. Google juga memiliki fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian bila mengandung informasi palsu.

Lalu di Twitter terdapat fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif. Begitu pula di Instagram, ada fitur Report sebagai spam atau konten yang tidak pantas. Selain itu kominfo pun memiliki wadah untuk masyarakat ketika ingin melaporkan situs hoax maupun konten negative lainnya, dengan cara mengirimkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id. Komunitas Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data. turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. Laman tersebut sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax. Kesimpulan yang dapat kita tarik dari berita atas adalah tidak semua dampak kemajuan teknologi bersifat positif, kecermatan masyarakat sangat diperlukan disini.

Oleh karena itu kemajuan teknologi perlu di imbangi dengan kemajuan kualitas sumber daya masyarakat sehingga masyarakat pun bisa dengan bijak menindak lanjuti atas informasi mau pun berita yang ia konsumsi. Yang mana dengan sefat bijak tersebut masyarakat dapat meminimalisir kontak mereka dengan berita hoax.

IMG-20190713-WA0054

Penulis

Rifkie Fachriza

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Prodi Ilmu Komunikasi

Publisher : Wo

Facebook Comments