MENGATASI PEROBLEMATIKA VIDEO GAME DI INDONESIA

by
lol

Video game saat ini merupakan salah satu sarana hiburan yang diminati oleh sebagian besar orang di seluruh penjuru dunia, tanpa terdapat batasan usia bagi pemainnya. Maksudnya adalah apabila video game yang saat ini beredar umumnya dimainkan oleh kalangan remaja maupun dewasa, padahal umunya video game diketahui sebagai permainan visual yang dimainkan oleh anak-anak.

Namun, di pertengahan tahun 2019 ini terdapat permasalahan yang cukup hangat untuk di bahas. Beberapa video game yang beredar di Indonesia di anggap terdapat penyimpangan di dalamnya. Di antaranya juga terdapat pelanggaran norma-norma, kekerasan, bahkan pornografi. Sehingga pemerintah membatasi penyebaran beberapa video game. Hingga akhirnya permasalahan tersebut memicu pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Sebenarnya video game tidak hanya permainan yang bertujuan untuk hiburan, banyak hasil riset yang menyatakan apabila video game mampu memicu kecerdasan otak. Memang, yang dimaksudkan hanya beberapa video game yang dapat memberikan dampak positif bagi diri manusia. Selain mampu memicu kecerdasan otak, di era digital seperti ini sangat marak bermunculan turnamen atau pertandingan-pertandingan video game (E-Sport) di kancah Internasional.

Maka dari itu, sebenarnya inilah saatnya bagi pemerintah untuk memfasilitasi para pemain video game untuk mampu bertanding di kancah Internasional, dengan adanya fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemain-pemain video game yang berpotensi untuk mengharumkan nama Indonesia dalam bidang E-Sport (Olahraga Elektronik). Dengan itu dimungkinkan banyak generasi milenial yang turut andil dalam pertandingan maupun dalam produksi video game.

Produksi video game di Indonesia juga dirasa sangat perlu apabila pemerintah memang membatasi video game yang beredar dari luar sana. Sehingga pemerintah mampu memberikan konsumsi video game yang legal kepada masyarakat, terutama anak-anak. Hal tersebut tentu dapat memberikan edukasi juga kepada anak-anak, ditambah dengan adanya peranan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dirasa bisa ikut mendidik anak-anak melalui video game. Memang, tidak mungkin seterusnya anak di berikan sajian video game dalam kehidupannya. Namun mengingat video game juga memiliki dampak positif pada kinerja otak. Dengan demikian bisa dikatakan video game juga mampu memberikan edukasi kepada anak-anak asalkan dapat terpantau dan terarah.

Memang, disisi lain dampak video game juga dapat membunuh permainan tradisional yang sudah ada sejak lama. Namun, hendaknya Indonesia juga mampu ikut bersaing dalam permainan digital guna menyaingi zaman yang kian mengandalkan teknologi. Serta untuk memenuhi permasalahan yang terjadi mengenai kebutuhan hiburan video digital.

Sebagai inovasi, dimungkinkan juga apabila mencampurkan antara permainan tradisional dengan permainan digital. Sehingga, apabila terjadi akulturasi diharapkan dapat melahirkan video game dengan pola permainan yang unik dan khas Nusantara. Namun berhubung video digital mulai saat ini di pantau oleh pemerintah, mungkin harapan yang hanya dapat dinantikan hanyalah keputusan pemerintah dalam menggandeng beberapa anak bangsa yang berprestasi dalam bidang pembuatan teknologi atau video game.

Dengan video game juga bisa saja membantu menaikkan perekonomian bangsa, dengan kata lain, dengan munculnya perusahaan video game juga mampu memberikan manfaat yang besar bagi negara. Memang, keberhasilan dalam memproduksi video game begitu abstrak, namun hal tersebut juga masih memungkinkan untuk diprediksi sukses. Mengingat terdapat video game dari luar negeri yang juga mengangkat unsur-unsur kebudayaan Indonesia, berupa bahasa bahkan latar setting tempat di Indonesia.

buluk
Penulis : Rizky Fabio Setiawan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Facebook Comments