Mari Hilangkan Stigma Negatif Terhadap Bonek

by
bonek awaydays.jpg large

Persepakbolaan Indonesia tidak bisa lepas dari satu kata yaitu Rivalitas, baik rivalitas antar tim sampai berujung rivalitas antar supporter yang tak kunjung usai, walaupun sudah banyak oknum yang berusaha mendinginkan rivalitas antar suporter tersebut. Bonek , siapa yang tidak kenal dengan Bonek? Suporter yang dikenal sangat loyalitas dengan tim kebanggaannya yaitu Persebaya, dimana Persebaya bertanding disitu pasti ada Bonek, sudah tidak diragukan lagi jika Bonek merupakan suporter paling loyal yang ada di Indonesia.

Istilah Bonek  berarti (Bondo Nekat) yang dibuat pada tahun 1989, saat itu Bonek Beramai-ramai, Berbondong-bondong, ke Jakarta dalam jumlah yang sangat besar yaitu sekitar 25 ribu Bonek berangkat dari kota Pahlawan menuju Jakarta dengan sangat terorganisir. Dengan peristiwa itu dikenal lah dengan istilah Away Suporters. Zaman sekarang istilah away suporters dikenal dengan awaydays dan digunakan oleh suporter sekarang ketika berangkat dari kota asal menuju ke kota lain untuk medukung tim yang didukungnya .

 Saat away yang paling ditakutkan adalah gesekan antara suporter  dengan suporter lawan, dulu Bonek dikenal sebagai suporter yang rusuh, suka bikin onar dan sering masuk media dengan perilaku negatif nya, tapi sekarang Bonek jauh berubah, mendukung tim  kebanggaan dengan kreatifitasnya, tapi masih saja ada yang tidak suka dengan supporter Persebaya ini , dan masih saja mengecap Bonek adalah supporter perusuh, Padahal itu tidak benar.

Ketika Bonek away ke kandang lawan sering tidak diperbolehkan karena alasan keamanan, Baru-baru ini Polda D.I. Yogyakarta berserta pemerintah desa setempat tidak memberikan kuota untuk Bonek dalam laga melawan PSS Sleman. Warga setempat merasa keberatan jika Bonek hadir dalam laga tersebut dikarenakan pengalaman yang sudah berlalu, Bonek selalu meresahkan warga dalam hal keamanan lingkungan.

Sebenarnya bukan kali pertama Bonek dilarang untuk datang mendukung Persebaya, pada musim lalu Bonek dilarang datang oleh Polda Jateng dan warga sekitar, ketika Persebaya menghadapi PSIS Semarang, karena alasan keamanan. Bonek dilarang datang ke Magelang karena sebelumnya Bonek terlibat bentrok dengan The Jak mania, (Suporter Persija) di sekitar Stadion Sultan Agung Bantul padahal sebelumnya hubungan antar kedua suporter tersebut sangat harmonis, dan oleh Panpel, Bonek diberikan kuota untuk datang mendukung Persebaya di SSA karena merasa hubungan antar kedua suporter baik-baik saja, tapi karena ulah provokator bentrok antara kedua suporter pun terjadi. Oleh karena itulah kenapa Bonek selalu dilarang melakukan away karena alasan keselamatan.

Tapi bukan Bonek namanya kalau tidak nekat, setiap kali dilarang mereka malah semakin semangat untuk berangkat, mereka seaakan tidak peduli bahaya nya ketika melakukan away ke kota lain.

Sebenarnya pelarangan Bonek melakukan away, masih menjadi kontroversi karena Bonek sudah banyak berubah dari sebelumnya, sejak Persebaya kembali berlaga di Liga Indonesia mereka lebih menunjukkan kreativitasnya dan jarang media memberitakan perilaku Bonek yang negatif, justru Bonek sekarang menjadi panutan suporter di Indonesia karena kreativitasnya dan loyalitasnya mendukung Persebaya dari nol sampai sekarang.

Bonek sebenarnya ingin menghilangkan stigma negatif yang sudah ada di masyarakat, tapi kebanyakan masyarakat masih tidak percaya jika bonek sudah berubah, dan masih menganggap Bonek anarkis. Karena masih banyak nya Bonek yang melakukan “estafet” (nggandol atau menumpang dari truk ke truk lain), dianggap masih menjarah barang-barang di sekitar nya. Bonek memang nekat tapi se nekat-nekatnya Bonek harus tetap memiliki sopan santun dan menjaga etika ketika berada di kota orang, tidak ada Bonek yang lebih Bonek, semua sama.

Mari hilangkan stigma negatif terhadap Bonek, Bonek sudah berubah sudah tidak seperti dulu jadi hilangkan stigma negatif terhadap bonek.

?
Penulis : Affan Alif Putra Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Prodi Ilmu Komunikasi
Facebook Comments