Freelance Pekerjaan Yang Cocok Untuk Generasi Millenial

by
beverage-blogger-communication-1271137

Bekerja yang tidak begitu berat dengan penghasilan yang besar adalah idaman para generasi millenial, maka dari itu banyak pemuda pemudi yang selalu mempertimbangkan lowongan pekerjaan dengan melihat nilai gajinya. Berangkat ke kantor pagi-pagi buta dan pulang dikala petang juga harus dilakukan untuk mendapat honor yang besar.

Seharusnya pola pikir bekerja seperti itu harus dirubah di era millenial saat ini, bekerja freelance merupakan pilihannya dengan sistem bekerja secara fleksibel dan remote membuat freelance begitu digemari. Orang tua yang masih memiliki pola pikir terdahulu terkadang menyuruh anaknya untuk berpendidikan tinggi agar bisa bekerja di perusahaan besar, menjadi dokter, dan lain sebagainya.

Di era millenial seperti ini banyak pemuda pemudi yang sudah mencari pekerjaan sesuai dengan minatnya. Dibandingkan berangkat pagi pulang petang para millenial lebih memilih kerja freelance. Ditambah lagi perkembangan freelance yang ada kaitannya dengan teknologi sedang pesat-pesatnya.

Perusahaan kreatif tersebut punya misi untuk mempertemukan pemberi kerja dan penerima kerja dalam satu wadah online. Bila pemberi kerja memiliki pekerjaan dan uang yang dibayarkan untuk para freelance, beda dengan freelance yang punya kemampuan dan waktu untuk menerima pekerjaan tersebut.

Mengirimkan CV secara online dan mengirimkan beberapa hasil portofolio yang pernah dibuat, lalu lamarkan ke pekerjaan yang diperlukan pada perusahaan atau pemberi kerja terkait. Nantinya Anda akan diterima dan semua hanya berbekal dengan perangkat panggilan video, hanya duduk rapi sambil menatap handphone atau laptop dan rapat bisa dilaksanakan secara jarak jauh.

Dengan bekerja secara remote dituntut bisa bekerja di mana pun dan kapan pun. Bermodal peralatan pendukung yang pasti tak boleh ketinggalan, seperti laptop, internet ngebut, dan cemilan.

Anda juga bisa mengerjakan project di cafe sambil melihat indahnya senja. Di mana saja, tidak harus pagi hari bisa itu siang dan bahkan tengah malam. Sesuai target yang telah disepakati sebelumnya. Tanpa harus berpakaian dinas atau bahkan bisa belum mandi. Karena klien butuh hasil kerja bukan penampilan dari pekerjanya.

Pekerjaan saat ini pasti tidak jauh-jauh berkutat dari jurusan kuliah atau pun terpaksa bekerja banting setir dengan jurusan kuat. Namun menjadi freelance membuat anda bisa bekerja sesuai dengan hobi dan minat. Sungguh menggiurkan, jika hobi bisa menghasilkan uang. Bagi pemula jelas bayarannya masih kecil, andai proyek kecil berhasil diselesaikan dan makin bertambahnya jam terbang. Anda akan mendapatkan honor yang besar.

Beberapa kelebihan yang bisa diambil dari kerja freelance membuat anda dekat dengan keluarga, mengerjakan suatu kerjaan tak harus ke kantor karena bisa di selesaikan dirumah saja.

Apalagi yang sudah mempunyai keluarga akan semakin mudah, bisa mengerjakan tugas rumah, selalu bertemu buah hati, dan menyelesaikan pekerjaan dalam waktu berbarengan.

Terbebas dari kemacetan jalan raya, persoalan ini sangat tidak disukai, terjebak di jalanan saat jam-jam sibuk sangat menguras tenaga. Untuk menyiasati adalah dengan pergi di pagi buta dan pulang jelang larut malam. Jelas sangat melelahkan dan para generasi millenial ingin lepas dari kemacetan jalan raya.

Bekerja dari rumah jelas membuat jebakan macet berkurang dan membuat pagi lebih ceria. Dan pastinya waktu yang terbuang di jalanan macet berhasil dipangkas dengan melakukan pekerjaan dirumah dengan ditemani secangkir kopi atau teh.

Kelebihan terakhir yang dirasakan oleh para freelance ialah waktu bekerja kapan saja, tanpa perlu takut cuti dan kata-kata horor “Besok Senin” Sebuah kata-kata yang menakutkan dan menjadi freelance rasa takut ini bisa diredam. Karena yang lebih menakutkan lagi ialah jauh dari sinyal dan kouta internet disaat deadline sudah diwaktu dekat.

Jadi untuk para generasi millenial kini silahkan coba bekerja freelance yang mempunyai sistem kerja fleksibel, yang tak harus pergi ke kantor pagi-pagi dan pulang petang.

asede
Penulis : Dian Arif Fajar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Ilmu Komunikasi
Facebook Comments