Anggota Fraksi VI DPR-RI Curigai Mafia Tebu Manfaatkan Kondisi PG Asembagus

by
IMG-20190713-WA0064

Situbondo , Bratapos.com – Ir. HM. Nasim Khan, anggota Komisi VI DPR-RI mensinyalir ada kartel (mafia) tebu yang bermain dengan memanfaatkan kondisi PG Asembagus, Situbondo, Jawa Timur yang giling belum maksimal karena proses revitalisasi.

Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum bahwa tengkulak-tengkulak tebu dari luar Kabupaten Situbondo ‘bermain’ sejak lama di wilayah PG Asembagus. Bukan hanya itu, banyak tengkulak lokal ikutan bermain juga.

Ini karena menurut pria yang akrab disapa Bang Haji Nasim, kualitas tebu dari wilayah PG Asembagus sangat baik dan menjadi favorit beberapa pabrik gula.

” Saya saja yang di Jakarta tahu koq, ada mafia tebu di wilayah PG Asembagus. Mereka para tengkulak itu kayaknya bebas mengambil tebu di wilayah kita, “ujarnya pada Bratapos, Sabtu (13/7/2019).

Politikus asal PKB Dapil 3 Jawa Timur (Kabupaten Situbondo, Banyuwangi dan Bondowoso) ini menambahkan, dirinya selaku wakil rakyat yang ada di Senayan Jakarta, menekankan agar Pemerintah Daerah tampil serius dalam persoalan mafia tebu di Asembagus.

” Pemkab Situbondo harus tampil paling depan dalam persoalan ini. Kan sudah ada MoU bahwa Pemkab akan mengawal ini. Saya berharap Pemkab Situbondo berkoordinasi dengan Polres dan Kodim Situbondo untuk mengamankan asset kita, “jelasnya.

Disinggung mengenai kondisi petani tebu yang merugi akibat belum lancarnya giling PG Asembagus, sehingga alternatifnya menjual kepada tengkulak itu. Pria kelahiran Asembagus, Situbondo, Jawa Timur ini mengatakan sebenarnya pihak PTPN XI sudah mengantisipasi dengan membuka giling di tiga pabrik gula di wilayah Situbondo.

” PG Panji, PG Olean maupun PG Wringin Anom kan sudah dibuka, jadi sebenarnya tidak ada alasan petani menjual tebunya ke tengkulak. Sebenarnya dari sisi harga kan masih di bawah harga beli PG Asembagus. Ini saya mensinyalir hanya permainan kartel saja agar petani mau menjual murah tebunya dengan menciptakan suasana seolah PG Asembagus tidak bisa giling, “bebernya.

Lebih lanjut Bang Haji Nasim mengatakan PG Asembagus menjadi master plan revitalisasi pabrik gula nasional. Karena PG Asembagus akan disulap menjadi pabrik gula modern dengan kapasitas giling 60.000 kw/hari.

” PG Asembagus ini akan menjadi percontohan untuk BUMN kita, khususnya PTPN XI. Dari peralatan manual sisa Belanda menjadi pabrik modern dengan peralatan canggih. Ibaratnya ini masih bayi, jadi butuh perhatian, butuh perawatan dan masih perlu sinkronisasi peralatan, “terangnya.

Reporter : Dayat

Editor : zai

Facebook Comments