SMPN 1 Winong Akali Soal Zonasi, Alih-alih Buat Terobosan Liar Melalui Jalur Belakang

by
PicsArt_07-12-08.21.24

PATI, BrataPos.com – SMP Negeri 1 Winong Pati, diduga melakukan jual-beli bangku calon Siswa, uang gedung dan seragam. Diulik berkali-kali terkait dengan Pungli melalui “Media Meansteam” tentang dugaan adanya pungutan uang gedung dan seragam sekolah SMP Negeri winong ini ramai dibicarakan masyarakat.

Selain itu juga diterpa isu miring memperjual belikan bangku untuk pengisian Siswa, sudah bukan rahasia umum. Hal ini dikuatkan dengan investigasi di lapangan, masyarakat dan wali siswa.

Bahwa selam ini SMP N 1 winong masih saja perlakukan siswa seperti peserta wajib arisan saja, yang tiap tahunnya selalu dipungut uang ini uang itu, yang membertakan wali siswa.

Padahal sudah ada ketentuan menteri bahwa untuk siswa SD/SMP digratiskan dari biaya macam-macam selama ini, namun hal itu sama sekali tidak digubris sama sekali oleh pihak SMP N 1 Winong ini dan seakan menepis hal itu.

Gerakan jalan lurus diwakili Dr, dan Saridjan edy, menelisik, menginvstigasi dan menginventrisir kasus tersebut dilakukan secara maraton dan sporadis, dengan menghadap dan menghubungi BP 3, Komite dan Kepala Sekolah.

Namun karena terkesan arogan, tidak perdulikan dan tak bisa diajak berdiskusi secara bijak dan komunikasi. Pihak sekolah menampik kedatangan Wartawan Jurnalis di kantor sekolah tersebut.

Ini peringatan bagi para kepala sekolah Negeri. Jika tidak mengindahkan aturan pemendikbud tentu Bupati sebagai perpanjangan tangan bisa turun tangan. Maka siap-siap dicopot dari jabatannya sebagai stake Holder.

Peringatan ini terkait jual-beli seragam sekolah tersebut bertentangan dengan larangan memperjualbelikan seragam tertuang dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016.

Saat ini seharusnya dengan banyaknya dan besarnya bantuan langsung Pemerintah melalui Bankes, dan Bos, Kartu Indoinesia Pintar, PKH dan lain sebagainya, harunya sudah tidak diperkenankan lagi kepala SMP Negeri melalui wali atau entah bawahannya memungut Dana dana macam-macam, baik beralasan untuk Uang gedung dan menjual seragam sekolah lagi .

Tapi lagi–lagi beralibi melakukan kesepakatan dengan Komite, ada saja kepala sekolah di SMP 1 Winong yang terbukti menjual, maka akan kena sanksi.

“Diusulkan pihak Masyarakat menyarankan Kepada Bupati Pati agar Oknum Kepala sekolah diganti,” ujar seorang tokoh Masyarakat.

PicsArt_07-12-08.20.43

Sementara LSM dan Para Media kedepan, berjanji akan melakukan Investigasi gabungan lanjutan, dan akan melakukan kroscek langsung. Apabila ada isu mengenai sekolah yang menjual seragam, khususnya bagi SD dan SMP negeri di Pati ini akan melakukan tindak lanjut. “Nanti kami ceklah,” ujar salah seorang mengaku memiliki anak di sana.

Kalau ada informasi dari rekan-rekan (jurnalis), kami akan cek yang mana sekolah yang dicurigai akal-akalan jual baju seragam. Sekalipun begitu dan sudah berkali kali dimediakan.

Ada jenis seragam yang boleh dijual sekolah, yakni seragam batik, Polos, corak Modis setelan Jaket Biru yang diwajibkan dan baju olahraga untuk dibeli siswa. “Itu pun harganya ditentukan oleh SMP Yang bersangkutan (Disdikbud. Red) Kota Pati ini“ Papar Seorang wali Siswa.

Seorang Guru yang tak mau disebut Inisialnya juga membenarkan memang ada dugaan, Pungutan uang Gedung dan seragam sekolah di SMP 1 Winong. Tapi harganya diverifikasi dulu sama Disdikbud Pati supaya tidak dimanfaatkan pihak-pihak secara berlebih-lebihan. “Tapi di luar itu tidak ada,” akunya.

Reporter : johaanes Andipurnama

Editor : jas

Publisher : redaksi

Facebook Comments