Penanaman seribu pohon dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup

by
IMG-20190712-WA0129

Aceh Selatan – Bratapos.com – Dandim 0107 Aceh Selatan, Letkol Inf, Sulistya Herlambang, HB,pada acara penanaman seribu pohon dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup di kawasan politeknik Aceh Selatan (Poltas)  Gunung Ribe Gampong Ladang Kasik Putih membacakan pidato Wakil Bupati Aceh Selatan Tgk Amran berikut petikanya :

Tantangan yang nyata dalam hal perlindungan lingkungan dan alam kita. Menata hubungan alam dan manusia bukan hanya sekedar pengelolaan sumberdaya alam untuk tujuan profit manusia,  apalagi bila profit itu hanya untuk segelintir manusia saja. Lingkungan dan alam kita, membutuhkan perlindungan.

Lingkungan dan alam memiliki arti sangat besar dan bisa dikatakan menentukan hidup manusia, karena fungsi-fungsi alam yang bekerja juga bagi manusia atau sekaligus manusia menjadi bagian dalam landscpae ecology alam tersebut.  Menghargai pentingnya keselarasan antara manusia dengan alam demi kelangsungan hidup penghuni bumi dan  keindahan alam, memperlakukan alam secara proporsional, tidak primitif hanya mau mengeruk keuntungan daripadanya saja, tetapi harus dalam perspektif perlindungan lingkungan.

Upaya perlindungan lingkungan, atau kita bukan hanya mengelola dalam arti eksploitasi alam, tetapi harus proporsional dan harus lebih modern, dengan konsep keberlanjutan dan berwawasan lingkungan kita semua harus tidak lagi secara primitif dalam melihat upaya pengelolaan lingkungan.Harus  modern dan secara nyata menerapkan pendekatan keberlanjutan yang menjadi modernitas pembangunan berwawasan lingkungan atau penyatuan manusia dan alam dalam menuju kemajuan dan langkah ke depan.

Adanya konsep keadilan kepada anggota masyarakat lain yang harus mendapatkan haknya untuk memperoleh lingkungan yang baik sesuai amanat  uud  1945 pasal 28 huruf h dan terutama keadilan kepada generasi yang akan datang dimana kekayaan alam ini diwariskan dari generasi ke  generasi. Rusaknya ekosistem hutan atau berkurangnya pepohonan  akan mengubah siklus yang terjadi dan berdampak kepada menurunnya  jumlah ketersediaan air baik di permukaan maupun di dalam tanah. Demikian halnya dengan wisata alam, fenomena dan keindahan alam   yang merupakan hasil proses alam itu akan hilang jika ekosistem terganggu.

Untuk menata bersama sekarang adalah kembalikan fungsi alam hutan, lakukan tata kelola hutan yang seharusnya. Kita pulihkan sungai-sungai dari pencemaran yang sudah cukup berat  dan banyak lagi kondisi lingkungan yang harus kita normalisasi. Dengan demikian bahwa keselarasan ekonomi dan lingkungan atau lebih spesifik investasi dan lingkungan dapat kita aktualisasikan praktek-praktek keselarasan itu dengan kejujuran menjaga alam dan lingkungan.

Dengan momentum hari lingkungan hidup ini bisa menjadi refleksi bagi kita untuk mengingat kembali perlunya manusia melakukan perubahan perilaku dengan menahan diri dari perbuatan kurang baik untuk menjadi lebih baik. Hal ini juga dapat diimplementasikan dalam menjaga kekayaan, keselarasan dan keindahan alam. Dan yang paling penting aktualisasi kejujuran dalam melihat, mempersepsikan persoalan serta dalam melangkah dengan dan bersama alam.

Kami  ingin menegaskan bahwa manusia dan alam adalah satu. Kita tidak bisa dipisahkan dari alam. Oleh karena itu terhadap alam, kita harus jujur mempersepsikan dan memperlakukannya , juga harus menjaga dari berbagai ancaman ; harus mengelola dengan prinsip perlindungan. Kita harus berupaya sungguh-sungguh melindungi dan memulihkan lingkungan sebagai komitmen kuat menjamin hak-hak konstitusional warga negara termasuk generasi mendatang tutup Dandim 0107 Aceh Selatan, Letkol Inf, Sulistya Herlambang, HB.

Acara penanaman pohon dalam rangka hari lingkungan hidup dihadiri unsur Forkompimda Aceh Selatan dan sejumlah SKPK serta tamu undangan lainnya.

Reporter : Asmar Endi

Editor : zai

 

Facebook Comments