Oknum Kepala Desa, Di Winong Tidak Korporatif Dengan Media

by
WhatsApp Image 2019-07-12 at 16.20.53

PATI, Bratapos.com – Kepala desa karangsumber , Halang-halangi tugas Jurnalis untuk memperoleh data dan informasi di desanya , 3/72019 , siang itu tiba tiba kepala desa mendatangai Pewarta dengan menghentikan sepedamotornya berhadapan dengan pewarta , sembari menanyakan apakah pewarta sudah bertemu dengan anak buahnya , Kamituo.

Sebuah pertanyaan yang sepekan dimana kamituo , merasa desanya dicemarkan karena pembicaran dan pemberitaan tentang dugaan pemalsuan tanda tangan kepala desa terkait PTSL, Kades mengintimidasi pewarta melalui preman premannya , atau Centheng-centhengnya Kepala desa tersebut , diduga “kw,” Rk , dan SWrn bdt. “SS’, semua mengancam akan menyiksa dan memukuli beramai ramai pewarta jika memberitakan tentang keadaan pembangunan di desa karangsumber , dalam hal ini berkali kali Kadesa krang sumber memperingatkan setangah mengintimidasi , agar pewarta tidak lagi-lagi memberitakan tentang keadaan Pembangunan di desa Karangsumber dan sekitarnya.

Setelah mengatakan itu dengan setengah marah , lalu antara pewarta dan kades tersebut  berpisah tanpa tegur sapa dengan baik , memang benar beberpa minggu sebelumya , pewarta dari Bratapos.com  diintimidasi oleh kamituo dan kepala  Desa  setempat agar menghentikan semua pemberitaan tentang desanya , dianggap menggangu ,. dan mencemarkan nama baik desa , dan  melalui seorang perangkat  tersebut meminta agar  pewarta segera menengelamkan serta menghentikan peliputan tentang semua kegiatan di desa karangsumber  , atau akan mendapatkan perlakuan kekerasan dan intiumidasi oleh preman dan  Pendukung Petinggi .

Bahwa  semua berita yang diluncurkan oleh Pewarta adalah Benar dan apa adanya , apalgi terkait Perkembangan pembangunan yang di luncurkan Desa tersebut oleh insan media . akan kejadian ini kades dan sarekat dapat dikenakan UU pers no 40 Tahun 1999 , ayat 1. 2 dan 3 tentang , sanksi Tegas  bagi siapapun yang menghalang-halangi Tugas insan media untuk mendapatkan Informasi , Selain tindakan Penghalangan  itu melanggar UU kebebasan pers tentang penyebaran informasi , dan bisa dikenakan pasal 40 , dengan ancaman 2 Tahun  penjara dan denda sekitar  Rp. 500 juta.

Jika apa yang dilakukan Oknum Kepala desa  dan sarekatnya  tersebut terbukti ,menghalang halangi tugas dan profesi media . Karena media adalah sarana kontrol sosial dan  wahana pengembang amanat Rakyat  yang punya Hak yang sama untuk mendapatkan Informasi yang terpercaya sesuai perkembangan di masyarakat , Maka seharusnya  sangat  tak patut seorang Pejabat  seukuran Kepala Desa, Kepala Kampung menghalang-halangi Tugas  media untuk Mendapatkan Informasi memberitakan sebuah informasi.

Itu kepada masyarakat Melalui Medianya ..dan hal itu untuk dijadikan catatan Bagi siapapun juga ( red.), Bupati Pati Haryanto seharusnya memperingatkan oknum kepala – kepala desa yang buta Informasi dan Undang_undang Pers dan tak kenal dengan wartawan dan Insan media yang sudah kewajibannya , dan  harusnya menjadi corong dan mitra dalam kebersamaan membangun dan memaJukan bangsa. Melalui Informasi aktual , Tajam, akurat dan Terpercaya. (Sholihul Hadfi) Foto Kepala desa Karangsumber, winong , pati,

Reporter          : sholihul Hadi

Editor               : Dr

Publisher         : Redaksi

Facebook Comments