Menjadi Netizen Cerdas di Era Digital

by
Processed with VSCO with  preset
Processed with VSCO with preset

Di zaman modren ini, teknologi berkembang semakin pesat seperti berkembangnya media internet untuk mengakses dan mendapatkan sebuah informasi, jika dulu kita hanya mendapatkan informasi dari media cetak seperti koran, majalah, kini semakin mudah dengan adanya media online yang menggunakan internet. Di era digital ini, kebanyakan masyarakat pasti sudah menggenal dan memiliki smartphone, dengan adanya smartphone ini  media internet sangatlah mudah untuk mengakses sebuah informasi, karena sifatnya yang cepat dan mudah. Terkadang informasi yang disajikan di media internet ini belum pasti kebenaraanya seperti informasi yang beredar di media sosial seperti facebook, intagram, twitter, whatsapp, line dan lain-lain . Informasi yang belum benar ini atau sering disebut dengan hoax, berita tersebut terkadang di salah gunnakan oleh sebagian netizen.

Siapa netizen ini? Netizen (citizen) atau disebut orang-orang yang aktif dalam dunia internet atau disebut juga sebagai warganet (warga internet). Sebagai netizen atau masyarakat kita diperbolehkan menyampaikan sebuah pendapat di  muka umum.  Hal tersebut tercantum dalam UUD 1945 pasal 28E ayat 3 yang menyatakan “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Kita sebagai masyarakat dapat memberikan pendapat berupa kritik, saran, dan pendapat yang bersifat membangun, akan tetapi kebanyakan yang dilakukan sebaliknya, seperti mengeluarkan pendapat berunsur kebencian dan sebagainya. Pada era digital dengan kemampuan smartphone yang canggih  menyampaikan sebuah pendapat tidak hanya dilakukan di muka umum saja melaikan juga bisa melalui media internet dan media sosial. Melalu media tersebut, masyarakat menyampaikan sebuah pendapat hanya dengan mengclick sebuah kolom  komentar  pada suatu berita saja, dan itu dilakukan sangat mudah sekali dan komentar tersebut dibaca oleh banyak orang dan dapat mempengaruhi orang lain. Jika komentar itu baik tidak jadi masalah, jika komentar yang dikeluarkan yang mengandung unsur kebencian?         

Terlalu banyaknya informasi yang muncul di media internet dan media social  kebanyakan dari mereka ini, hanya membaca sekilas judulnya jika dirasa judulnya cukup menarik mereka akan memberikan sebuah komentar, baik itu pujian maupun hinaan.  Memberikan sebuah komentar menurut saya itu baik-baik saja asalkan tidak mengandung unsur hinaan, cacian dan sabagainya. Karena komentar yang seperti itu akan menimbulkan sebuah konfik, baik itu konflik ringan ataupun konflik besar, jika konflik itu besar akan menimbulkan suatu masalah yang serius bahkan masalah tersebut bisa masuk kedalam ranah hukum. Dan terkandang netizen ini tidak hanya memberikan sebuah komentar saja tetapi mereka juga bisa menyebarkan berita berupa informasi  maupun video dan gambar yang belum teruji kebenarannya, mereka menyebarkannya dengan mudah hanya melalui media internet dan media sosial tanpa mengetahui bahwa itu temasuk berita benar atau hoax.

Kita sebagai netizen di era digital ini harus cerdas menggenai informasi yang beredar di situs internet , tidak hanya situs internet saja melaikan juga pesan chatting seperti whatsapp, line dan sebagainya, bagaimana sih caranya?. Caranya yang pertama, jika kita ingin tahu mengenai suatu informasi tersebut, kita harus membaca, baca dan baca informasi tersebut sampai selesai agar kita bisa memahami informasi tersebut. Hal tersebut harus dilakukan, mengingat minat baca masyarakat di Indonesia ini cukup rendah, jadi setiap ada portal berita yang masuk kedalam nontifikasi smartphone, jika ingin memberi sebuah komentar seharusnya dibaca dan diseleksi terlebih dahulu agar mengerti dan tidak terjerumus arus berita hoax. Yang kedua yaitu dengan cara mecari sumber-sumber yang akurat, biasanya berita yang akurat kebenarannya muncul dalam media besar seperti media televise dan koran nasioanl karena berita yang di tampilkan harus berdasarkan fakta-fakta yang ada. Yang ketiga, tidak hanya berita informasi saja yang terjadi hoax gambar pun juga terjadi ini bisa di cek di google dengan cara drag-and-drop di kolom pencarian google images. Yang ke empat yaitu dengan cara mengecek sumber berita tersebut. Selain ke empat cara tersebut, banyak sekali aplikasi serta halaman web yang menyedikan dan memfilter bahwa berita tersebut benar atau termasuk kedalam berita hoax. Seperti aplikasi hoax buster tools, aplikasi ini dibuat oleh anak bangsa sendiri yaitu mafindo yang kemudian diresmikan oleh  Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (kemkominfo).

Di zaman sekarang ini terkadang sedikit lebih sulit membedakan antara berita yang real dan hoax dikarenakan banyak sekali warganet mencari sensasi demi keuntungganya hanya dengan membuat berita yang hoax. Jadi sebagai netizen harus cerdas dan berhati-hati dalam membaca dan menggenali berita-berita yang ada di media internet dan media sosial . Selain itu kita sebagai pengguna aktif internet dan media sosial kita juga harus bijak dalam menggunakannya.  Sebab kita sebagai penggun aktif internet dan media sosial kita dipantau oleh  Undang-undan No.11 tahun 2008 mengenai Internet dan Transaksi Elektronik, dimana mengatur banyak hal tentang etika dan tata cara menggunakan Internet dengan baik, seperti misalnya tentang postingan yang mengandung unsure pornografi, berita hoax, plagiarisme dan lain-lain. Dengan adanya Undang-undang tersebut kita harus berhati hati dan teliti dalam menggunakannya, Menyampaikan sebuah pendapat tidaklah dilarang akan tetapi harus sesuai dengan tata cara yang baik. Sebagai netizen di era digital kita harus menjadi orang yang cerdas menaggapi berita yang ada tidak langsung memberikan komentar akan tetapi dipikirkan terlebih dahulu apakah komentar tersebut membangun sebuah pendapat yang baik atau tidak.

Facebook Comments