Gelapkan Uang Milik Saudara Kades di Pati di Vonis 6 Bulan Penjara

by
IMG-20190711-WA0193

PATI , Bratapos.com – Aneh Tapi nyata , seorang kades yang harusnya menjadi teladan bagi Rakyatnya malah menjadi Pesakitan , menggelapkan Uang milik Bibinya , sehingga diproses hukum , sebagaimana diinformasikan ahlinya ahli, intinya inti, core of the core , sehingga sangat penting untuk diberitakan kembali Pemberitaan ini , sehingga menjadi pelajaran bahwa Keadilan itu samawa , dan tidak pandang bulu , menunjukkan supremasi Hukum di pati sudah dapat dilihat nyata , siapa yang Bersalah mendapatkan sangsi Hukuman tak terkecuali seorang pejabat sekalipun .

IMG-20190711-WA0194

Kepala Desa Kertomulyo, Kecamatan Trangkil, Pati, Kuswanto menyatakan menerima vonismajelis hakim yang dijatuhkan kepada dirinya setelah ia berdiskusi dengan kuasa hukumnya.

Terdakwa kasus penggelapan uang tersebut divonis enam bulan penjara dengan masa percobaan setahun. Majelis hakim menjelaskan, bila dalam kurun waktu 12 bulan masa percobaan ia tidak melakukan tindak pidana, masa hukuman enam bulan tidak akan dijalankan. “Saya menerima yang mulia,” ucap Kuswanto saat sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Pati.

Berdasarkan fakta di persidangan, kades tersebut dinyatakan bersalah. Namun, majelis menyatakan ada unsur yang meringankan bahwa terdakwa telah mengembalikan uang kepada korban.
Usai persidangan, Kuswanto mengatakan awal kejadian terjadi pada 2014 lalu saat dirinya dipercayai memegang uang sebanyak Rp 200 juta oleh kakak iparnya yang memimpin perusahaan pengolahan kayu Sumatera.

“Pemilik perusahaan yang merupakan bibi istri saya kan menitipkan uang kepada kakak ipar saya. Kemudian dititipkan . epada saya yang merupakan orang kepercayaan kakak ipar,” ujar Kuswanto.

Ia mengaku uang sejumlah tersebut disimpan di koperasi yang berada di Kecamatan Gunungwungkal, Pati dengan imbalan jasa kepada pemilik perusahaan atas nama Sri Mulyani.

Kemudian pada awal 2015, kata dia, koperasi tersebut mengalami kolaps. Tidak hanya uang Rp 200 juta yang raib, uang istri Kuswanto atas nama Sulistyaningsih sejumlah Rp 51 juta juga dibawa lari pemilik koperasi.

“Bibi ipar saya mengira uang dipergunakan untuk keperluan pemilihan kepala desa. Padahal, saya simpan di koperasi. Tidak terima uangnya hilang, saya pun dilaporkan polisi atas kasus dugaan penggelapanuang, Sementara, kuasa hukum terdakwa, Riyanta menyatakan masalah perdata tersebut seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Karena pihak yang bertikai masih punya hubungan keluarga.

“Seharusnya ini ranah mediasi di tingkat desa, tidak perlu sampai pengadilan. Sistem hukum yang seperti ini seharusnya dirubah,” jelasnya. Ia mengingatkan kepada masyarakat agar segala transaksi serah terima uang dalam jumlah banyak seharusnya hati-hati. Alangkah baiknya dengan bukti hitam diatas Putih.

Reporter : Sholihul Hadi_ Bratapos_Pati

Editor : dr

Facebook Comments