by

Ironis , Kades Srikaton, Jaken, Pati , Tega Seret Warganya Seorang Nenek , Ke Meja Hijau Gara-Gara Masalah Kayu Sebatang

PATI , Bratapos.com – Kejadian diseretnya seorang Nenekan “Ls” ke meja hijau di pati , Matinya Hati Nurani, Kades Srikaton, Jaken Pati, Jaken, Tega Seret Warganya Kemeja Hijau Hanya Gara-Gara Masalah Kayu. Ls (36 th) warga Desa Srikaton, Kecamatan Jaken, Pati, harus rela duduk diatas kursi pesakitan di ruang Cakra Pengadilan Negeri Pati atas dugaan kasus penebangan pohon jati dan nangka milik Indah Dwi Winarni orang nomer satu di Desa tersebut.(Selasa, 09-07-2019).

Sidang perdana yang dipimpin oleh hakim Ketua Lisfer Berutu, didampingi oleh dua hakim anggota, yakni: Grace Meilaanie PDT Pasau dan Dyah Retno Y, serta panitera Didiek soliestyo tersebut, disaksikan langsung oleh warga masyarakat Desa Srikaton yang datang dengan mengendari kendaraan bak terbuka sebanyak 2 truk.

Agenda persidangan yang semula dijadwalkan pembacaan dakwaan kemudian dilanjutkan pengambilan keterangan para saksi. Akhirnya, yang berlangsung hanya pembacaan dakwaan saja, dikarenakan saksi dari kedua belah pihak belum siap, Sehingga sidang harus ditunda dan dilanjutkan Minggu depan.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Srikaton, Sudarko, mengukapkan, sengaja mengajak warga masyarakat untuk mengawal jalannya persidangan dan memberikan dukungan moril kepada Ls yang terseret kasus tuduhan pencurian kayu milik Kepala Desa.

“Sepengetahuan kami kayu tersebut memang milik Ls yang dulu ditanam oleh kakeknya. Kami berharap Ls agar di bebaskan.” Ucapnya.

Sementara itu, Ibu Terdakwa, Lasminah, yang ikut menghadiri persidangan putranya itu mengaku, bahwa lahan dan pohon jati yang ditebang oleh anaknya tersebut memang miliknya, bukan milik Kepala Desa.

“Itu tanah milik orang tua saya, tidak pernah dijual ke” Indah “, yang menanam pohon juga orang tua saya. Selama lima tahun ini selalu ditanami pohon jati.” Jelasnya.

Peristiwa tersebut bermula sekitar awal April yang lalu, ketika terdakwa menebang lima pohon jati dan satu buah pohon nangka dilahan yang diyakini milik orang tuanya. Setelah pohon berhasil ditebang kemudian laku terjual senilai Rp 1.050.000,. Dan uang hasil penjualan kayu tersebut oleh terdakwa dibuat untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Ironisnya, oleh pelapor,yang justru adalah Kepala Desa Srikaton Sendiri , Indah Dwi Winarni,yang merasa tidak terima atas pohonya ditebang dan dijual oleh terdakwa dengan alasan bahwa lahan tersebut adalah miliknya. Sehingga peristiwa tersebut langsung di laporkan ke polisi.

Reporter : Sholihul Hadi / Bratapos Pati

Editor : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA