by

Menyelamatkan Bumi dari Sampah Plastik

-Terbaru-1,870 views

Permasalahan sampah plastik saat ini tengah menjadi isu panas di dunia dan juga Indonesia sendiri. Sudah menjadi rahasia umum jika Indonesia juga menjadi bagian dari negara yang memiliki jumlah presentase sampah plasti tinggi.

Salah satu polusi sampah plastik yang sangat banyak jumlahnya ialah sedotan plastik. Hampir setiap harinya semua orang menggunakan sedotan plastik. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia.

Setidaknya, sebanyak 1,29 juta ton sampah Indonesia dibuang ke sungai dan bermuara di lautan. Hal ini menimbulkan 13.000 sampah plastik mengapung di setiap kilometer persegi lautan setiap tahunnya.

Selain itu, Komunitas lingkungan Diver Clear Action memperkirakan penggunaan sedotan plastik di Indonesia setiap harinya mencapai 93.244.847 batang.

Sebenarnya angka tersebut tidak mengejutkan bagi masyarakat Indonesia. Bisa dilihat pada kehidupan sehari-harinya saja masyarakat Indonesia tidak luput dalam penggunaan plastik.

 Contohnya saat ibu-ibu berbelanja bahan masakan di pasar saja setelah dari salah satu pedagang sudah menggunakan satu kantong plastik, belum lagi jika membeli berbagai macam sayuran dari pedagang yang berbeda sudah bisa menggunakan banyak plastik.

Lalu juga ada pedagang makanan yang menggunakan plastik sebagai wadah untuk makanan yang di bungkus. Hampir seluruh pedagang makanan, rumah makan, restoran pasti tidak luput dari adanya bungkus plastik.

Tidak hanya wadah plastik yang berhubungan dengan makanan, toko klontong, toko buku, minimarket, percetakan dan fotokopian pun juga selalu menggunakan plastik sebagai wadah untuk pembelinya. Bisa dibilang plastik sudah menjadi kebutuhan penting yang tidak bisa ditinggalkan oleh masyarakat.

Tapi kini, sedikit demi sedikit masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran terhadap polusi sampah plastik. Sudah mulai muncul gerakan 3R yaitu Reduce, Reuse, & Recycle.

Gerakan ini merupakan solusi dari permasalah sampah yang mulai tidak terkontrol di lingkungan kita. Reduce merupakan gerakan yang berarti mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak diperlukan dengan menggunakan barang-barang yang dapat di daur ulang.

Reuse memiliki arti pemakaian kembalai yang mana contohnya kita dapat menggunakan barang yang masih bisa digunakan tanpa membeli barang dengan fungsi serupa. Yang terakhir, Recycle artinya adalah mendaur ulang.

Kita bisa mengurangi sampah penggunaan plastik dengan membeli yang berbahan mudah didaur ulang seperti contohnya dari wadah karton atau kaca. Salah satu sampah plastik yang marak di lingkungan keadaannya yaitu sedotan plastik. Sedotan plastik sendiri sudah terlalu mencemari lingkungan dikarenakan bahannya yang terbuat dari plastik sehingga susah terurai membuatnya menjadi polusi yang menyeramkan.

Beberapa waktu belakangan sudah mulai marak gerakan anti penggunaan sedotan plastik dan menggantinya dengan sedotan besi anti karat atau biasa disebut stainless dan juga sedotan bambu yang menjadi tren di kalangan masyarakat.

Gerakan ini sudah banyak dimulai oleh para social media influencer dan juga restoran – restoran cepat saji yang terkenal, seperti KFC dan MCDonald. Ada juga coffee shop ternama Starbucks juga memberikan discount ataupun promo bagi pembeli yang membawa tumblr (tempat minum) sendiri.

Karena tren yang sudah mulai banyak pengikutnya ini, mencari sedotan stainless ataupun bambu sangat mudah. Di social media, online shop, dan beberapa toko sudah mulai banyak yang menjual sedotan-sedotan tersebut dengan harga yang terjangkau.

Sedotan stainless sendiri memiliki banyak keunggulan yaitu, dapat dipakai berulang – ulang karena sedotan stainless terbuat dari besi korosif, sehingga tidak akan berkarat jika digunakan secara terus menerus.

Selain kebersihannya, sedotan stainless ini juga aman digunakan oleh anak kecil dengan dibawa pengawasan orang tua tentu saja, karena diberitakan oleh media Amerika di salah satu retail coffee shop ternama, terdapat anak kecil yang terluka dikarenakan sedotan plastik. Selain sedotan berbahan stainless, ada juga sedotan ramah lingkungan berbahan bambu.

Sedotan bambu adalah sedotan alternatif ramah lingkungan yang berasal dari Indonesia. Berbeda dengan sedotan stainless yang dapat dicuci dengan air dan sabun, sedotan bambu tidak boleh dicuci menggunakan sabun dikarenakan bambu yang terkena sabun justru akan menimbulkan tumbuhnya jamur.

Jadi cukup dengan merendam sedotan bambu di dalam air rebusan selama 15 menit akan membuat sedotan bambu kembali bersih dari bakteri dan kotoran.

Selain sedotan stainless dan bambu sebagai alternatif dari penggunaan sedotan plastik. Kita juga bisa berpartisipasi dengan minum tidak menggunakan sedotan atau langsung dari bibir gelas. Penggunaan sedotan yang terlalu sering untuk minum sendiri juga tidak terlalu bagus untuk kesehatan.

Karna kebiasaan mengerutkan bibir saat menyedot minuman, dapat meninggalkan lipatan di sekitar mulut. Selain itu, minum menggunakan sedotan juga dapat menimbulkan permasalahan pada pencernaan seperti kembung.

Hal tersebut terjadi karena saat kita minum menggunakan sedotan, kita akan menelan udara lebih banyak dibandingkan dengan minum secara langsung dari wadah minum atau gelas.

Udara yang masuk saat kita menyedot akan menumpuk di dalam usus yang pada akhirnya menyebabkan perut menjadi kembung dan terasa tidak nyaman. Sedotan juga menyebabkan meningkatnya resiko gigi berlubang dikarenakan sedotan biasanya mengirim minuman manis dan asam ke celah – celah gigi kita.

Selain menyebabkan kerutan, gigi berlubang, dan perut kembung, sedotan plastik juga berbahaya karena tak jarang terdapat kotoran yang tidak kita ketahui pada sedotan itu sendiri.

Saat meminum minuman panas pun sedotan plastik bisa menjadi ancaman yang membahayakan dikarenakan saat kita menyedot minuman panas dengan menggunakan sedotan plastik, disinyalir bahan-bahan kimia dari pembuatan plastik bisa larut karena minuman panas yang kita minum dan ikut masuk kedalam tubuh kita saat kita minum yang menyebabkan kesehatan tubuh kita bisa terganggu.

Sampah plastik sendiri merupakan sampah yang butuh waktu paling lama penguraiaannya. Jadi tidak ada salahnya kita berhenti merusak bumi dan diri kita sendirikan? Nah, setelah kita tau betapa buruknya dampak penggunaan sedotan plastik secara berlebihan.

Selain tidak ramah lingkungan, penggunaan dari sedotan plastik juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita. Maka dari itu, ayo bersama-sama kita mengurangi penggunaan sedotan plastic mulai dari sekarang!

REKOMENDASI UNTUK ANDA