Mengurangi Angka Kecelakan Melalui Pola Berkendara

by
images

Setiap hari kita semua pasti melakukan aktifitas bepergian dan aktifitas tersebut menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Transportasi umum banyak digunakan masyarakat karena dirasa aman, nyaman dan murah. Transportasi umum meliputi Bus Kota, Angkot, Ojek, Kereta Api, Kapal, dan Pesawat terbang. Sedangkan kendaraan/transportasi pribadi yaitu meliputi mobil pribadi, motor pribadi dan, sepeda. Namun dari jenis – jenis transportasi pribadi maupun umum akan rawan terjadi kecelakaan jika tidak berhati – hati.

Setiap tahunnya sangat banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi  di Indonesia Dalam 2 tahun terakhir data kecelakaan yang ada di Indonesia terus bertambah dari tahun 2017 tercatat sebanyak 101.022 kasus kecelakaan lalu lintas dan 27.810 meninggal dunia, sedangkan pada tahun 2018 tercatat sebanyak 103.672 kasus kecealakaan lalu lintas dan 29.910 meninggal dunia. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia yang mendominasi yaitu kecelakaan roda 2 (Ssepeda Motor).

Contoh di kota Surabaya Angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Kendaraan roda dua masih mendominasi kasus kecelakaan bahkan hingga menyebabkan maut. Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna Pandia menyebut angka kecelakaan lalu lintas 45% kecelakaan di Surabaya libatkan milenial, karena terburu – buru dan pengaruh alkohol. Di tahun 2018 total ada 22.231 kasus kecelakaan di Surabaya. Untuk pelanggaran lalu lintas (Tilang) 2018 sebanyak 5.830 dan teguran 23.430.

Sedangkan di Jakarta Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, sepanjang 2018 sebanyak 55% kecelakan lalu lintas yang terjadi di Ibu Kota terjadi pada kaum milenial dengan rentang usia 17 hingga 35 tahun. Dari data tersebut, sebanyak 6.565 orang menjadi korban dari 5.400 kejadian. Dengan demikian, terdapat lebih dari 3.000 korban kecelakaan lalu lintas yang berasal dari kaum milenial.

Berbeda dengan 2 tahun sebelumnya. Tahun 2019 angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi jumlahnya menurun. Contoh angka kecelakaan arus mudik lebaran 2019 menurun 60% dibandingkan dengan tahun 2018. Data Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2019 sebanyak 336 kejadian 74 orang meninggal dunia, korban luka berat sebanyak 53 orang dan korban luka ringan sebanyak 351 orang. Sedangkan pada tahun 2018 mencapai  831 kejadian yang memakan korban meninggal dunia sebanyak 178 jiwa, 175 orang mengalami luka berat dan 1.082 orang luka ringan.

Angka kecelakaan transportasi umum masih cukup tinggi ditahun 2018. Salah satu kecelakaan yang paling mengerikan yaitu kecelakaan kapal sinar bangun di danau toba (30/06/2018). Kecelakaan tersebut dikarenakan kelebihan berat angkutan yang dimuat dikapal tersebut yang mengakibatkan tenggelam. Kepala Kantor SAR Medan Budiawan menyatakan, data yang didapat tim SAR gabungan menyebutkan jumlah korban KM Sinar Bangun seluruhnya 188 orang. Dari jumlah itu 164 diantaranya dinyatakan hilang dan 21 selamat dan 3 meninggal dunia.

Dibandingkan dengan tahun 2018 kecelakaan transportasi umum di tahun 2019 jumlahnya menurun. Contoh dari transportasi laut jumlah kecelakaan kapal yang terjadi pada tahun 2018 sebanyak 7 kasus.dan memakan korban jiwa sebanyak 69 orang meninggal dunia dan 177 korban hilang. Pada tahun 2019 kecelakaan terjadi sebanyak 1 kasus. Kecelakaan KM Lintas Timur pada tanggal (4/6/2019) sore di Perairan Banggai laut, Sulawesi Tengah. Sebanyak 18 korban tenggelam dalam kecelakaan kapal tersebut, sebanyak 16 korban belum ditemukan 1 orang ditemukan selamat dan 1 lagi ditemukan meninggal dunia,

Ada beberapa faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas di Indonesia yaitu : pengemudi tidak fokus, mengemudi dengan kecepatan tinggi, pengemudi dibawah umur, melawan arus saat berkendara, menerobos lampu merah, berkendara dibawah pengaruh alkohol/minuman keras, balapan liar, berbelok tanpa melihat kondisi jalan dan juga rambu-rambu lalu lintas, mengantuk saat berkendara, menghindari jalan berlubang, mengecek kendaraan sebelum mengendarainya menggunakan ponsel saat mengemudi dan, mendengarkan musik terlalu keras saat mengemudi

Ada beberapa solusi untuk kita untuk mencegah kecelakaan yaitu : Saat menggunakan kendaraan pribadi kita harus sangat berhati – hati agar tidak mengalami kecelakaan saat berkendara. Dan safety berkendara seperti menggunakan helm saat berkendara, memakai sepatu, memakai jaket, mengecek tekanan ban dan mengecek kendaraan kita sebelum menggunakanya untuk meminimalisir kecelakaan saat berkendara. Jangan juga berkendara saat tubuh kita tidak fit karena sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain saat di jalan raya.

Mari kita bersama – sama memperbaiki pola berkendara dengan baik dan benar saat di jalan raya, mematuhi rambu – rambu lalu lintas, menggunakan lampu sein dengan benar dan utamakan berkendara tidak dalam keadaan terburu – buru.

Peran orang tua juga sangat penting karena sangat rawan kecelakaan khususnya roda 2 dialami oleh pengemudi yang dibawah umur, orang tua harus ketat mengawasi anaknya yang masih belum umur 17 tahun dan belum mempunyai surat izin mengemudi untuk tidak mengizinkan menggunakan kendaraan pribadi di jalan raya karena sangat berbahaya karena pada usia remaja sangat susah untuk mengontrol emosi yang menyebabkan saat membawa kendaraan pribadi mengemudi dengan kecepatan yang tinggi.

Karena dari data yang di himpun kecelakaan kendaraan yang melibatkatkan anak yang dibawah umur sepanjang tahun 2018 sekitar 197 kecelakaan dengan pengendara yang berada di usia 11-17 tahun terdapat 8 orang meninggal dunia, 20 luka berat, dan 169 luka ringan.

Polisi juga mempunyai peran penting untuk menghimbau masyarakat agar taat lalu lintas saat berkendara dan menindak pengemudi saat melakukan pelanggaran dengan menilang atau mengasih teguran kepada pengemudi.

Sedangkan jika menggunakan Transportasi umum kita harus memperhatikan dulu kendaraan yang akan kita tumpangi apakah masih layak jalan atau tidak contoh ketika hendak mau menggunakan transportasi  bus/angkot umum bisa melihat kondisi ban, kursi penumpang dan body bus/angkot tersebut dan memastikan sopir dalam kondisi fit dan tidak mengantuk.

Penulis : Falentino Rossie Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo - Ilmu Komunikasi
Penulis : Falentino Rossie
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo – Ilmu Komunikasi
Facebook Comments