by

Limbah kotoran babi timbulkan bau tak sedap resahkan warga, diduga kandang tidak memiliki izin

Bungo , Bratapos.com – Salah satu kadang babi yang berada di Rt 01/Rw 01 Kelurahan Bungo Taman Agung, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo dikeluhkan warga. Pasalnya, keberadaan kandang ternak babi tersebut tak jauh dari rumah warga dan sudah mengeluarkan aroma yang tak sedap (bau)

Warga yang berada disekitar kandang merasa tidak nyaman akan keberadaan kadang babi tersebut yang menyebabkan timbulnya aroma yang tak sedap. Jujur kami sebagai warga sangat tidak nyaman, dan kami berharap agar pemerintah Bungo bisa mengatasi masalah tersebut, agar kami bisa hidup nyaman,” kata salah satu warga yang tak ingin namanya disebut.

Wakil Ketua DPRD Bungo, Sarkoni Syam saat ditemui diruang kerjanya, juga pernah menyebutkan, bahwa kandang babi tersebut memang sudah dikeluhkan oleh warga, dan harus segera dipindahkan ke tempat yang lebih jauh dari pemukiman warga.

“Tiga bulan lalu pernah dikordinasikan ke OPD terkait agar masalah kandang babi tersebut harus cepat diselesaikan. Kalau memang warga sudah resah dengan keberadaannya maka harus segera di dipindahkan sesuai aturan,” ujar Sarkoni Syam.

Terpisah, Kadis Peternakan dan Perikanan Bungo Syaiful Azhar, melalui kabid peternakan Enggar saat dikonfirmasi memebenarkan bahawa pihaknya sudah mengecek langsung ke kadang babi yang berada di Kelurahan Bungo Taman Agung itu.

“Hasil pengecekan kita ke lapangan memang ada perternakan babi di dekat dengan pemukiman warga. Memang dulu waktu dibuka peternakan kandang babi itu, pemukiman belum ramai tapi sekarang ramai mau tak mau kandang babi itu harus pindah jauh dari pemukiman warga,”kata enggar

Enggar juga menambahkan Dari hasil pengecekan kita ke lokasi memang memang benar limbah kadang babi tersebut mengeluarkan aroma bau tak sedap. “Keberadaan kadang babi itu, memang dekat dengan pemukiman warga jadi harus segera di pindahkan,” tegasnya

Sementara Bupati Bungo, H Mashuri saat di dikonfirmasi mengatakan, dirinya baru mengetahui adanya kadang peternakan babi di Bungo Taman Agung.

Kalau memang keberadaan kadang babi tersebut dekat dengan pemukiman warga harus di tutup.

“Kalau memang kandang babi itu sudah meresahkan banyak orang, maka harus segera dibtutup. Dan jangan sampai keberadaannya di dekat pemukiman warga bisa menjadi resah jadi mau tak mau harus pindah dari cari lokasi baru yang jauh dari pemukiman,” kata bupati

Sesuai Permentan Republik Indonesia no 5 tahun 2019 sudah mengatur terkait izin kandang ternak babi, sedah 250 ekor harus memiliki izin. Akan tetapi bila dibawah itu, maka tidak perlu izin. Namun harus jauh dari pemukinan warga.

Reporter : Hard

Editor : zai

REKOMENDASI UNTUK ANDA