by

Proyek Bodong Di Kelurahan Kowel Pamekasan Disoroti LSM Peran Rakyat Indonesia Mengawasi Anggaran (PRIMA)

Pamekasan, Bratapos.com – Banyaknya pekerjaan proyek di bumi gerbang salam yang tidak jelas dan lebih parahnya lagi proyek tersebut diduga di kerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAB  yang beradi di Dusun Betes yabegen, Rt/01 Rw/01, kelurahan Kowel, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur,(18/05/2019).

Dalam ketidakjelasan pekerjaan proyek tersebut yang selalu menimbulkan banyak tanda tanya masyarakat, terutama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang beraktifitas di Pamekasan dan proyek yang nampak dikerjakan tidak jelas  tersebut berupa saluran air.

Disepanjang kegiatan proyek, sama sekali tidak nampak adanya papan informasi yang berisi keterangan seperti asal anggaran, bentuk anggaran, pelaksana pekerjaan dan jumlah anggaran.

Yang seharusnya sudah terpasang sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan sebagai bukti tertib administrasi pelaksanaan.

Ketua DPD LSM Peran Rakyat Indonesia Mengawasi Anggaran (PRIMA). Mendatangi lokasi pekerjaanproyek yang tidak jelas dan asal-asalan tersebu untuk menyoroti.

Slamet Riyadi selaku Ketua DPD LSM PRIMA ke awak wartawan bratapos mengatan menurut saya pekerjaan proyek ini tidak jelas dan sumber dananya juga tidak jelas karena tidak ada papan informasinya,katanya.

“Dilihat dari hasil penataan pekerjaannya, proyek ini saya menduga jauh dari spesifikasi dan RAB yang di anjurkan pemerintah,imbuhnya slamet.

Slamet melanjutkan ke awak media, terkait pekerjaan tersebut  kecurigaan dalam theknik campuran bahan material, Sedangkan dilihat dari proses pekerjaan, bahan material dan campuran adonan berbeda dengan proyek – proyek saluran air pada umumnya,katanya.

Bahan material yang menggunakan pasir batu ( sirtu ) dan campuran adonan yang memakai sirtu tersebut nampak sangat mudah diremas meskipun kondisi sudah mengering.Tuturnya.

Sementara dari proses pekerjaan juga nampak berbeda, pemasangan sigarannya ( alas dasar saluran air ) menggunakan bahan yang tidak utuh atau tidak sedikit banyak pecah. Sedang lebar disetiap sisinya pun diduga kurang dari yang dianjurkan pemerintah.

Reporter          : Anton

Editor              : Dr

Publisher         : Redaksi

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA