WABAH DEMAM BERDARAH MENYERANG WARGA TROPODO KRIAN

by
IMG-20190519-WA0024

Sidoarjo , Bratapos.com – Kasus Demam Berdarah di Desa Tropodo Krian semakin merajalela. Ini disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini berkembang biak dengan cepat dalam genangan air yang banyak ditemui saat curah hujan yang tinggi.

Untuk melindungi anak dan anggota keluarga dari Demam Berdarah, segala cara pun dilakukan. Salah satu hal yang umum dilakukan, terutama pada area kampung yang kurang steril, adalah dengan cara fogging.( 19/05 )

Ini merupakan sebuah teknik penyemprotan atau pengasapan racun serangga pada daerah halaman taman hingga ke dalam rumah.

“Fokus dari fogging adalah membunuh nyamuk dewasa. Kalau anaknya (jentik) masih hidup ya sama saja kurang efektif.

Seperti halnya yang telah terjadi di warga Dusun Areng-Areng Desa Tropodo bulan kemarin, adik Dewi Siti Fatimah anak dari Bapak Panut serta Ibu Baidah yang terjangkit Demam Berdarah dan di larikan ke rumah sakit terdekat namun tidak tertolong dan meninggal dunia pada hari Sabtu pada tanggal 13-April-2019, dengan kejadian itu atas nama warga Bale Panjang berbondong – bondong mengeluruk ke Pukesmas Krian untuk mengusulkan fogging sesegera mungkin karena sudah banyak warga yang terjangkit serta mengalami sakit serta ofname di berbagai rumah sakit dan pukesmas.

Namun usulan beberapa warga Bale Panjang Tropodo Krian di mentahkan oleh salah satu pegawai Pukesmas Krian dengan alasan” yang fogging tidak bisa karena lagi puasa”, dan di janjikan untuk fogging setelah Hari Raya Idul Fitri.

Namun pegawai Pukesmas Krian memberikan saran kalau ada warga yang bisa fogging maka akan di ajari melakukan fogging.

Di selah terpisah, warga Bale Panjang dan warga Klagen Tropodo Krian melalui RW 04 Bapak Sugeng dan Babinsa Bapak Nanang mencoba menghubungi Kepala Desa Tropodo (H.Ismail) via telepon untuk menyampaikan keluhan masyarakatnya, akan tetapi jawaban Kepala Desa Tropodo sangat membuat warga kecewa “warga sudah saya sosialisasikan untuk menjaga kebersihan rumahnya dan membunuh jentik nyamuk satu-persatu” terangnnya. Untuk melakukan fogging itu warga menggalang dana secara swadaya dengan cara urunan Rp.5000,- (lima ribu rupiah) untuk membeli obat insektisida dan siap memerangi nyamuk Aedes Aegypti yang sedang melanda Masyarakat Tropodo Krian,vkhususnya warga Bale Panjang dan warga Klagen Tropodo Krian,vdan yang meninggal dunia karena terjangkit Demam Berdarah adalah warga Areng-areng Desa Tropodo Krian.IMG-20190519-WA0026

Dalam hal ini, fogging dapat menjadi salah satu alternatif untuk mencegah “Demam Berdarah. “yang sedang melanda masyarakat Tropodo Krian, walaupun dari segi efektivitas memang tergolong kurang.

Keterangan dari warga Bale Panjang melakukan fogging dengan cara swadaya ini, karena di rasa susah tidak mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Tropodo dan juga Pukesmas Krian, agar tidak berjatuhan korban lagi dari kekejaman nyamuk Aedes Aegypti“terangnya.

Dan pada pagi hari ini Minggu tanggal 19/05/2019 warga bale panjang sudah melakukan fogging secara swadaya bergotong-royong dari RT 02 sampai RT 05 RW 01 Tropodo Krian,agar segera teratasi masalah wabah Demam Berdarah dan tidak berjatuhan korban lagi.

Reporter : cand/TIM

Editing : Wo

Publisher : Redaksi

Facebook Comments