Manajemen Pabrik PTPN IV Unit Ajamu Melakukan Kebohongan Publik.

0
178

MEDAN , Bratapos.com – Sesuai Undang undang nomor 40 tentang PERS, Pabrik PTPN IV Unit Ajamu telah mengajukan hak jawabanya atas pemberitaan Media Bratapos tertanggal 27 april 2019, surat yang ditanda tangani Manajer Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV Unit Ajamu atas nama Anwar Hutabarat pada tanggal 02 Mei 2019, menerangkan bahwa

  1. Sejak tahun 2019 tidak pernah menjadi Suplier CPO dan KERNEL PT. MUSIM MAS.
  2. Menjabarkan pembuangan limbahnya langsung ke badan sungai Barumun.
  3. Pihak pabrik membantah pembuangan limbah dengan menggunakan pipa kearah sungai Barumun.
  4. Pihak pabrik melakukan pengujian baku mutu air limbah secara periodik.

Atas bantahan PTPN IV Unit Aajamu tersebut team investigasi bratapos yang terdiri aktivis LSM LKLH menyikapinya sebagai suatu pembodohan opini publik dan pembohongan publik atas data dan fakta yang sebenarnya terjadi.

Dari data RSPO dan PT.MUSIM MAS, memang benar sejak Akhir Desember tahun 2018 PTPN IV Unit Ajamu sudah tidak mensuplai CPO dan KERNEL mereka ke PT. MUSIM MAS, akan tetapi pihak PKS Unit Ajamu menurut RSPO masih tahap pengajuan sertifikasi baru tahap II verifikasi. Berarti Januari hingga sampai saat ini CPO pabrik kelapa sawit PTPN IV UNIT AJAMU “TIDAK BERSERTIFIKAT”.

Dan point kedua klarifikasinya mendapatkan aplus dari lembaga Konservasi lingkungan hidup Sumatera Utara, karena pengakuan yang jujur atas pembuangan air limbah pabriknya yang langsung ke badan sungai. akan tetapi tanda tanya besar bagaimana membuangnya jika tidak memakai jalur pipa pembuangan, dari temuan team bratapos mendapatkan jalur alam yang terbentang lebih kurang sejauh 1km dari belakang pabrik berupa anak sungai yang telah dirubah fungsi nya menjadi kolam air limbah berwarna hitam pekat dan berbau tajam dimana ditemukan puluhan ekor ikan yang mati mengapung dan tersangkut disisi anak sungai tersebut

Menggabungkan point 3 dan 4 atas klarifikasi dari manajemen pabrik PTPN IV unit ajamu diduga terdapat pembohongan dan pembodohan publik karena jika dilakukan pengolahan air limbah secara benar dan berkala maka air limbah tersebut tidak akan berwarna hitam pekat ,berbau tajam, dan menyebabkan ikan mati kuat dugaannya air limbah tersebut mengandung zat beracun.

Atas dasar analisa hukum dari semua data dan fakta terhadap pabrik Kelapa sawit PTPN IV unit Ajamu ketua LALU SUMUT berkomentar, pabrik tersebut telah melanggar UU no. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup, undang undang no.5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem serta peraturan menteri Lingkungan Hidup no. 5 tahun 2014 tentang baku mutu air limbah” Tutup indra mingka.

Bratapos mencoba klarifikasi kepada Dirut PTPN IV dengan cara surat laporan, sungguh diluar dugaan yang terjadi di pabrik Unit Ajamu tersebut menurut Humas PTPN IV, Syahrul mengungkapkan bahwasanya PTPN IV UNIT AJAMU tersebut CPO-nya tidak mempunyai sertifikat. Sertifikat RSPO baru tahap pengurusan sedangkan ISPO tidak pula ada untuk ajamu”terang syahrul pada awak media bratapos.

Saat ditanyakan kemana dijualnya CPO pabrik ajamu tersebut beliaumenerangkan”CPO PTPN IV dikumpulkan dan dipasarkan oleh PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT. KPBN)”terang syahrul humas PTPN IV.

baca juga : RSPO TANGGAPI LAPORAN BRATA POS TERHADAP SUPPLIER MUSIMMAS

Reporter : Hand

Editing : Wo

Publisher : Redaksi

Facebook Comments