SEKELOMPOK MASYARAKAT MELAKUKAN AKSI, DIDUGA HAMID KETUA BAWASLU TERIMA SUAP 150 JUTA

by
IMG-20190505-WA0070

Bungo , BrataPos.com – Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) hari ini di demo sekumpulan masyarakat  dari berbagai elemen yang berada di dapil satu yang merasa caleg jagoan nya didzolimi, Sabtu (04/05)‎

Salah satu caleg yang ada di dapil 1 merasakan ada nya indikasi kecurangan yang dilakukan Hamid selaku ketua bawaslu bungo, pasalnya ada laporan kecurangan yang dilakukan salah satu caleg yang tidak di tindaklanjuti.

Tidak cukup sampai disitu, masyarakat yang melakukan aksi juga menduga Hamid menerima suap sebesar 150 juta dari salah satu caleg dengan tujuan memasukkan nama caleg tersebut dalam pleno penetapan caleg terpilih.

Jimmy korlap peserta orasi sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi karna ini jelas mencederai proses penyelenggaraan pemilu.

” kepada awak media tolong ditulis ” bung Hamid selaku ketua bawaslu terindikasi menerima suap 150 juta untuk memenangkan salah satu caleg dan sudah kami laporkan ke kejaksaan negeri Bungo ” tegas nya.

Jimmy juga menambahkan secara tegas mengatakan kalau hari ini tidak menemui titik terang dan jawaban dari pihak bawaslu dianggap tidak sesuai dengan aturan yang ada dan dipastikan akan ada aksi lebih besar lagi di hari senin bertempat di kantor bawaslu.

” karna hari ini kami tidak puas dengan jawaban Hamid selaku ketua dan komisioner  bawaslu yang lain maka tidak tertutup kemungkinan kami akan gelar aksi yang lebih besar hari senin dikantor bawaslu ” tutupnya .

Pada saat Mediasi yang dilaksanakan malam itu di lobi hotel semagi, daniel dan fahrori juga membenarkan adanya indikasi dugaan suap yang diterima bawaslu dari salah satu caleg dan menganggap bawaslu tidak netral serta berpihak.

” kami betanyo-tanyo ini bawaslu mengerti atau sama sekali tidak mengerti dengan fungsi,tugas dan wewenang sebagai komisioner bawaslu, seharusnya nya sekecil apaan laporan yang masuk bawaslu harus tetap menindaklanjuti nya bukan malah menyiapkan dengan alasan belum di register”.

Reporter : hard

Editor : zai

Publisher : Redaksi

Facebook Comments