Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Kabupaten Berakhir Ricuh : Saksi 02 Diduga Dipukul Oleh Oknum Polisi

by
IMG-20190503-WA0022

SAMPANG, BrataPos.com – Rekapitulasi perolehan suara tingkat kabupaten yang di lakukan oleh KPU kabupaten Sampang berlangsung ricuh.

Kronologis awal saksi dari 02 Prabowo Sandi merasa perolehan suaranya hilang. Sempat terjadi adu mulut saksi dengan penyelenggara rekapitulasi. Pasalnya merasa dirugikan.

Hasil penghitungan tesebut di bacakan oleh PPK Kecamatan Kedudung dan DA 1 yang di miliki oleh saksi tidak sama dengan milik PPK. Suara Capres dan Cawapres No urut 02 berkurang yang pada akhirnya terjadi debat.

Perdebatan pun samakin hangat. Situasipun mulai memanas. Karena saksi Paslon capres dan cawapres No 01 di anggap arah omongannya ngelantur dan tidak pada permasalahan.

Kericuhan pun terjadi saat saksi Capres dan cawapres No 02, tidak terima dengan apa yang di katakan oleh saksi No 01. Inisial SK dan RS menghampiri saksi 01 dengan menendang kursi.

Namun amat di sayangkan atas tindakan yang di lakukan oleh aparat keamanan, (RS) yang sebagai saksi. Dia di hadiahi Bogeman mentah oleh beberapa oknum aparat, yang seolah (RS) di anggap seorang teroris ataupun maling dan di bawa ke polres Sampang untuk di amankan Kamis (02/05/2019) sekitar jam 23:00 WIB.

Kejadian tersebut di picu karena pembicaraan saksi Paslon capres dan cawapres 01 di anggap ngelantur tidak mengerti prosedur. Dia mempertanyakan saksi yang lebih dari 2 orang.

Karena dia tidak mengerti bahwa para saksi yang hadir itu terdiri dari berbagai saksi paslon capres dan cawapres, saksi parpol dan saksi calon DPRD. Dan semua saksi berhak memberikan tanggapan atau protes terkait hasil rekapitulasi penghitungan suara.

“Tapi oleh saksi 01 meminta ke KPU untuk mengeluarkan saksi dari arena. Jadi itulah yang menyebabkan terjadinya kericuhan,” ujarnya pada BrataPos.com.

Terpisah Saya sebenarnya tidak terima atas apa yang di lakukan oleh teman-teman aparat kepolisian, katanya RS.

Memangnya saya teroris, sampai saya harus di perlakukan seperti itu, ujarnya Jumat (3/5/2019) jam 02.15 WIB.

Saya saksi dan saya mempunyai mandat, dan saya memperjuangkan hak saya. Kenapa pihak keamanan cara membawa saya seolah saya ini seorang teroris, keluhnya (RS) anisial.

Dalam kejadian tersebut RS di amankan oleh Pihak kepolisian ke polres Sampang.

Reporter : tim
Editor : jas
Publisher : redaksi

Facebook Comments