by

DIDUGA SETIAP HARI MEMBAWA MINYAK ILEGAL DRILLING, AKIBATNYA JALAN DESA POMPA AIR RUSAK BERAT

KAB.BATANGHARI , Bratapos.com – Jalan Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi kini rusak berat , Hancurnya akses jalan tersebut diduga kuat akibat dari kegiatan Ilegal drilling di desa tersebut yang hingga kini semakin marak menjamur.

Dengan hancurnya jalan di desa itu membuat kemacetan panjang dan sangat menyulitkan pengguna jalan lainya, Ratusan mobil bermuatan minyak ilegal drilling maupun kendaraan lain tanpak dalam antrian panjang.

“Kami sudah tiga hari pak antri disini”, ujar seorang sopir yang berinisial “A” ketika dikonfirmasi oleh awak media di lokasi jalan rusak Desa Pompa Air, (1/5/2019).

Lanjut nara sumber yang berinisial “A” mengatakan “kerusakan amat parah semenjak satu bulan yang lalu, jadi kondisi seperti ini lah tiap harinya”, ujarnya.

Meski kegiatan ilegal drilling berdampak fatal baik terhadap lingkungan karena limbahnya juga berdampak terhadap jalan yang dilalui untuk mengangkut minyak ilegal tersebut, dan ini jelas sangat merugikan para pengguna jalan itu.

Kondisi limbah hasil dari illegal drilling tersebut menjadi aneh tapi nyata karena Pemerintah Kabupaten Batanghari yang seharusnya menjadi tanggung jawab pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari terkesan tutup mata tanpa ada keinginan untuk melarang kegiatan ilegal drilling yang mencemari lingkungan hidup.

Kegiatan pengeboran minyak ilegal itu padahal juga merambah hingga Hutan TAHURA yang akan terjadi kerusakan kehidupan hutan Tahura dan akan menjadi tanggung jawab Pemkab Batanghari nantinya.

Pantauan wartawan di lokasi Desa Pompa Air polusi udara bau dari minyak ilegal yang di kelola oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab sangat menyengat hidung, minyak itu pun banyak yang tumpah dan berceceran di sisi kanan kiri jalan maupun pada badan jalan.di desa itu terlebih lagi jalan yang hancur saat ini membuat minyak yang di bawa kenderaan pengangkut minyak ilegal itu makin banyak yang tercecer di jalan .

Informasi yang didapat dari masyarakat setempat mengatakan, kendaraan pengangkut minyak memberikan setoran Rp 100.000,- hingga Rp 200.000,- / mobil tiap kali lewat membawa minyak. Uang tersebut dipungut oleh warga yang kegunaannya entah untuk apa, apabila uang itu untuk perbaikan jalan yang rusak kenapa di biarkan hingga rusak separah ini, keluh masyarakat setempat.

INDRA Kepala Desa Pompa Air ketika dihubungi Via ponselnya untuk minta konfirmasi handphone nya sedang tidak aktif.

Terkait kerusakan dan pencemaran lingkungan akibat kegiatan ilegal drilling di Desa Pompa Air pihak Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Batanghari belum dapat dikonfirmasi karena hari libur.

Reporter : Muhammad Ardi

Editor : dr

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA