Kementan Gelar Fokus Group Discussion, Genjot Potensi Ekspor Banten

by
IMG-20190428-WA0178

KOTA TANGERANG, Bratapos.com – Dalam rangka menggenjot potensi Ekspor dan pengembangan komoditas unggulan pertanian di Provinsi Banten, Kementrian Pertanian Republik Indonesia melalui Focus Group Discussion (FGD), Jumat (26/4/2019) pukul 9.00 WIb sampai dengan 15.00 Wib di Swiss BilHotel Airport Benda Kota Tangerang-Banten.

Kegiatan Focus Group Discussion yang dilakukan Kementan, menurut Menteri Pertanian yang diwakili Ali Jamil PhD sebagai Kepala Badan Karantina Pertanian mengatakan provinsi Banten yang merupakan luar biasa dengan fasilitas perdagangan yang strategis punya dua pintu Ekspor.

IMG-20190428-WA0191

” Dengan adanya Bandara Soetta Dan Pelabuhan Cilegon dan berdekatan dengan pelabuhan internasional Tanjung Priok, Fasilitas ini sangat menguntngkn provinsi Banten untuk melakukan kegiatan Ekspor terutama Ekspor Komoditi Pertanian,” Kata Ali Jamil pada awak media.

Hal inipun dikatakan Ali Jamil bahwa instansi terkait yang tergabung dalam komunltas Bandara Soekarno Hatta (Kombata).

” Diantaranya Dinas Pertanian Dan Perternakan Provinsi Banten, Kelompok Tani, Para Eksportir, sekaligus melakukan pelepasan ekspor 11 komoditas pertanian kemanca negara, bahkan pelepasan ditandai dengan penyerahan Phytosanitary Certificate(PC) kepada 11 pelaku usaha,” ujarnya

Masih Ali Jamil selaku Kepala Badan Karantina Pertanian mengutarakan ada tujuh komoditi yang dikarantina selama dua hari oleh Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta.

” Bibit anggrek Phalenopsis, Buah Manggis, Daun Pakis, Kultur jaringan tanaman hias, stek tanaman hias, sarang burung walet, Vaksin dengan total nilai mencapai 22 milyar rupiah,” tuturnya.

Selain itu Gubernur Banten H Wahidin Halim yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Ir H Agus M Tauchid S.M.Si mengungkapkan dalam acara tersebut Banten mengapresiasi upaya Kementrian Pertanian lewat Barantan dan akan ditindak lanjuti.

” Dengan melakukan koordinasi internal dan eksternal, terlebih Banten memiliki berbagai fasilitas yang diatur dua pintu Pengeluaran Internasional, maka akan dipusatkan perdagangan internasional,” Ungkap H Agus M Tauchid.

Sementara Kepala Karantina Pertanian Soekarno Hatta Imam Djajadi mengutarakan dari data sistem otomasi IOFAST, selama tahun 2018 dan layanan sertifikasi kesehatan produk pertanian.

” Bahwa diwilayah kerjanya mencapai 2.254 kali dengan nilai ekspor setara dengan 1.26 triliun rupiah,” tuturnya.

Lebih lanjut Imam Djajadi menjelaskan menurut catatan komoditas pertanian tersebut tidak hanya berasal dari provinsi Banten.

” Namun juga berasal dari DKI dan Jawa Barat, tentunya semua potensi pertanian di Banten dalam kategori unggul yang telah memasuki pasar ekspor diantaranya Sarang Burung Walet, Manggis, Bibit Krisan, Ular Jali, Bunga Melati, Buncis, Duck Down Jakcet, Gigi Taring Babi, Mangga, Rambutan, dan Bibit Tanaman Hias,” Jelas Imam.

Disamping itu Banten sebagai salah satu tempat pengeluaran yang terbanyak baik dari sisi jumlah dan jenis.

” Maka penerapan percepatan layanan karantina baik berupa Inline Inspection maupun layanan prioritas telah diterapkan dikarantina pertanian Soekarno Hatta Penguatan Sistem perkarantina menjadi hal yang mutlak diterapkan guna mendorong percepatan Ekspor,” papar Imam.

Reporter : soleh

Editor : zai

Publisher : Redaksi

Facebook Comments