LSM KAMPAK RI, Desak BPK Jabar Segera Audit Keuangan Desa Se-Kecamatan Sukatani

by
IMG-20190425-WA0070

BEKASI, BrataPos.com – Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang mengatasnamakan Komite Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi, atau yang biasa dikenal dengan sebutan LSM KAMPAK-RI. Meminta, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat segera turun tangan untuk mengaudit seluruh keuangan Desa se-Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi.

LSM KAMPAK RI, menyampaikan akan segera mengirimkan surat resmi ke kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat. Agar segera memeriksa keuangan desa se-Kecamatan sukatani yang dianggap tidak sesuai dengan Standar Akutansi Pemerintah (SAP).

Dimana banyaknya anggaran, yang digelontorkan pemerintah pusat dan daerah, diduga kuat bermasalah. Sebagaimana bisa dilihat seperti halnya, pembangunan jalan lingkungan yang hanya asal jadi dan banyaknya pendapatan aset desa yang tidak terserap. Yang diduga masuk kantong pribadi oknum Kepala Desa.

Nilai Anggaran Dana, yang digelontorkan pemerintah per desa mencapai miliaran rupiah, ini patut dipertanyakan kemana saja peruntukan keungan tersebut.

“Kami sudah melaporkan beberapa kepala desa kepihak Instansi Penegak hukum, yang memiliki kapasitas dan berkompeten. Untuk menindak lanjuti berdasarkan hasil Investigasi dan Observasi kami di lapangan yang kami anggap menyimpang,” kata Indra Pardede Sekjen LSM KAMPAK. RI. Selasa (23/4/2019).

Lanjut Indra Pardede, kami menganggap pembangunan yang dilakukan pihak desa tidak sesuai dengan Rincian Anggaran Belanja (RAB), atau anggaran tidak sesuai dengan keadaan Fisik.

Maka kami meminta pihak BPK segera memeriksa seluruh keuangan Desa. terutama Desa Banjarsari, Sukarukun, dan Sukamanah di wilayah Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Indra juga menilai, kinerja Camat Sukatani kurang Proaktif untuk turun kelapangan.

“Kami juga menganggap kinerja Camat Sukatani kurang Proaktif turun kelapangan. Dimana fungsi Camat sebagai monitoring atau Pengawasan dalam tata kelola seluruh keuangan Desa,” pungkasnya.

Reporter : zw
Editor : jas
Publisher : redaksi

Facebook Comments