Curi Kotak Amal Untuk Bayar Kos, Eka Apriliawati Divonis 8 Bulan

by
IMG-20190424-WA0050

GRESIK, BrataPos.com – Eka Apriliawati (25), asal Banyuwangi tidak bisa berkumpul lagi bersama keluarga di rumah saat merayakan hari raya idul fitri 2019 mendatang.

Ia terpaksa harus menikmati merayakan idul fitri di penjara. Pasalnya, ia harus menjalani hukuman dibalik panasnya jeruji besi penjara akibat ulahnya. Perempuan berkerudung itu, harus menerima hukuman setimpal oleh mejelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Perempuan yang indekos di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, tersebut divonis dengan hukuman delapan bulan. Dia terbukti bersalah melanggar pasal 363 KUHP karena telah mencuri kotak amal. Kemarin, (23/4/2019).

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Putu Gde Hariadi menjelaskan, vonis itu sudah sesuai. Sebab, terdakwa telah jujur dan mengakui semua kesalahannya selama persidangan. Terdakwa juga berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Putusan yang dijatuhkan hakim langsung diterima oleh terdakwa. Meski vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan, jaksa penuntut umum (JPU) Ngurah juga menerima keputusan hakim. “Iya kami terima yang mulia,” timpal Ngurah, menjawab pertanyaan hakim.

Hakim pun mengakiri sidang dengan ketukan palu. Terdakwa digiring kembali ke ruang tahanan sementara PN Gresik. Usai persidangan terdakwa mengaku jika terpaksa mencuri kotak amal yang berisi uang Rp 200 ribu tersebut.

“Untuk membayar kos mas, karena telat. Jadi tidak ada pilihan lagi. Akhirnya saya nekat mencuri,” ujar terdakwa sambil meneteskan air mata.

Terdakwa juga mengaku bahwa uang hasil curian rencananya juga digunakan untuk biaya hidup sehari-hari. Karena uang gaji tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi dirinya sedang menghidupi dua anak.

“Akibat perbuatan yang dia lakukan, dirinya mengaku menyesal. Dan merasa kapok. Tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Kapok mas,” pungkasnya.

Ditambah lagi, mendekati bulan ramadhan dan hari raya yang tinggal beberapa hari lagi. Dirinya tidak bisa kumpul bersama keluarga di rumah.

“Kangen sama anak. Kendati setiap satu minggu anak bersama orang tua besut, tapi tidak seperti berkumpul di rumah. Dan saya, tidak bisa merayakan hari raya bersama,” sambung Eka.

Reporter : jml
Editor : nr
Publisher : redaksi

Facebook Comments