Vonis Hakim, Jauh Lebih Ringan Dari Tuntutan Jaksa

by
WhatsApp Image 2019-04-18 at 08.59.13

GRESIK, BrataPos.com – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Rina Indra Janti vonis 4 tahun penjara. Hakim juga menjatuhi denda delapan ratus juta. Bila tidak sanggup bayar, diganti hukuman 3 bulan penjara. Kemarin, (16/4/2019).

Begitulah isi amar vonisnya terhadap terdakwa Andik Susanto (36) mantan Sekretaris Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu.

Kendati demikian, vonis hakim sangat tanda tanya. Pasalnya lebih ringan 4 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lila Yurifa Prihasti dari Kejaksaan Negeri Gresik.

Pada sidang sebelumnya dengan agenda tuntutan, warga Desa Setrohadi Rt.005 Rw.002, Kecamatan Duduksampeyan itu, dituntut delapan tahun. Terdakwa juga harus membayar denda sebesar 1 Miliar. Namun bila tidak mampu membayar, diganti hukuman selama 6 bulan penjara.

Padahal bila menurut aturan dari kejaksaan agung bahwa, hakim yang memberikan vonis tidak setara 2/3 dari tuntutan. Maka jaksa berhak wajib mengajukan banding.

WhatsApp Image 2019-04-18 at 08.59.13 (1)

Sementara Jaksa Lila Yurifa Prihasti saat ditemui di PN Gresik usai sidang dan ditanya apakah mengajukan banding. Malah belum memiliki sikap yang tegas. “Kami masih pikir-pikir, kan ada waktu seminggu,” tandasnya.

Dalam pembacaan berkas vonisnya hakim meyakini bahwa, terdakwa dengan sengaja tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan sabu-sabu.

Hakim menyebut, tedakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melawan hukum. “Terdakwa melanggar sesuai pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI N0 35 tahun 2009 tentang narkotika,” katanya.

Usai membacakan berkas dakwaan. Ketua Majelis Hakim Rina sambil mengetuk palu, menutup sidang. Terdakwa lalu menandatangani berita acara vonis hukuman, didampingi penasehat hukum dari Posbakum.

Padahal, vonis hakim belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Kendati terdakwa menerima vonis hakim yang dijatuhi. Jaksa menyikapi pikir-pikir.

Dengan kawalan petugas, terdakwa yang mengenakan rompi warna orange, meninggalkan kursi pesakitan dan keluar ruang sidang menuju ruang tahanan.

Perlu diketahui, terdakwa menjadi pesakitan pada hari Kamis (18/9/2018) lalu, ditangkap polisi Polsek Duduksampeyan di depan gapuro Desa Setrohadi. Pada saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sabu seberat 0.36 gram.

Reporter   : Jml

Editor       : Nr

Publisher   : Redaksi

Facebook Comments