Terputus Sudah Cita-Cita Jadi Seorang TNI, Dikarenakan Faktor Ekonomi

0
49

AGAM – SUMATRA BARAT, BrataPos.com – Seorang bocah yang masih berusia 14 tahun, yang bernama Ainul Ajman Al Faruki atau yang dikenal (KI), yang tinggal di Jorong Baruah Kanagarian Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam Provinsi Sumatra Barat terpaksa akan berenti Sekolahnya.

Pasalnya ia terhimpit kebutuhan ekonomi keluarga. Bocah ini yang tinggal di sebuah gubuk bambu bersama ayah dan ibunya serta tiga orang adik-adiknya.

Entah tak tahu kemana akan pergi lagi. Sehingga bocah ini harus meniti kehidupan di sebuah rumah yang berdinding papan berukuran 6 kali 7 meter, bersama ayah ibu dan tiga orang adiknya.

Ibunya sendiri hanya pekerja Di rumahan sebagai (Marendo). Sehari terkadang mendapatkan uang senilai Rp 25 ribu. Bahkan, pernah tidak mendapatkan uang sama sekali. Karena ekonomi keluarganya ini akhirnya Ainul Ajma Al Faruki teracam putus sekolah.

Ainul Ajma Al Faruki sendiri, pernah menikmati bangku sekolah dasar. Lalu melajutkan kesekolah MTsN 10 Agam. Sekarang baru kelas Delapan. Namun dirinya tidak tertutup kemukinan tak bisa meneruskan Ke kelas Sembilan. Dikarenakan orang tuanya tak mampu lagi membiayainya. Sehingga ia harus berhenti sekolah untuk melajutkan ke kelas Selajutnya.

Saat disinggung mengenai cita-citanya, menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun bocah ini hanya biasa menjawab.

“Gaimana bisa terujud. Sekolah saya saja ngak bisa saya lajutkan Pak dalam keadan seperti ini. Saya cuma bisa berdoa, serta berharap ada uluran tangan dari pemerintah. Sehingga diri saya bisa melanjutkan sekolah lagi demi tercapainya cita-cita saya,” ujarnya sambil menatap lagit serta mengeluar setetes air mata dekat jam gadang bukittinggi Minggu (14/4/2019) pukul 20.00 WIB.

Sementara itu, ayah dari Ainul Ajma Al Faruki yang bernama Zefri saat ditemui oleh awak media di rumahnya di Jorong Baruah Kanagaria Tarok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam Provinsi Sumatra Barat Senin (15/4/2019) pukul 12.00 WIB mengatakan.

Terkait  mengenai rencana yang disampai anak saya mau berhenti sekolah beberapa minggu yang lalu sudah di sampaikanya sama saya dan ibunya. Namun kami sebagai orang tua belum bisa menanggapi serius.

“Pasanya kami sebagai orang tua betul-betul dalam ke adaan susah sekarang. Baut makan sehari-hari saja susah saya mendapatkanya,” katanya.

Mukin ko panyuruah jo panyuruah nyo” Kok managah jo pangah nyo, imbuhnya dalam pribahasa minang.

Tambahnya lagi, Ainul Ajma Al Faruki sehabis pulang sekolah dia pun harus berkerja di pengilingan padi buat memenuai kebutuan jajannya serta uang jajan adik-adiknya.

“Saya hanya berkerja sebagai buruh tani di sawah orang. Terkadang ada terkadang pun tidak. Saya bisa berharap serta bermohon kepada pemerintah agar anak-anak saya bisa mendapatkan bantuan,” ujar Zefri.

Terkait masalah yang di alami oleh keluarga bocah yang bernama Ainul Ajma Al Faruki Awak media BrataPos.com mencoba menyabanggi berberapa instasi terkait. Malah sudah mencoba membuat surat (Proposal) beberapa bulan yang lalu. Namun ironisnya hingga pemberitaan ini masuk ke kantor redaksi, Intasi terkait belum menanggapi serius.

Sementra itu Ketua LSM GARUDA RI BPK BJ Rahmad, menyampaikan sungguh tak disangka dan merasa terharu betapa pahitnya nasib yang di alami keluarga bocah ini. Untuk itu BJ Rahmad berharap, kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, mendegar jeritan ke luarga bocah ini.

“Agar anak-anak Bangsa ini bisa mencapai tujuanya. Yang notabenya setiap warga Negara berhak mendapatkan Pendidikan yang tertera dalam UU Pasal 31 Ayat (1),” ujarnya.

Reporter : man
Editor : jas
Publisher : redaksi

Facebook Comments