Dokter Gaek Kesandung Malpraktek

0
189

PATI ,Bratapos.com – Kasus Kesehatan Kali kesekian ini terjadi , dialami Istaji (IST) yang menderita Kelumpuhan akibat Dugaan Mal-praktek oleh dr. Lukito Siswoyo M Kes. menuai pro kontra dan ramai dibicarakan Masyarakat pati selatan . Semua temuan sudah sangat kuat mengarah kepada  Dugaan malpraktek dan kesalahan pengobatan .

Kasus ini sudahsudah mencuat sejak pertengahan desember 2018 dan sudah  di dikomunikasikan dan diskusikan oleh beberapa  Media jurnalis di-Kabupaten Pati, namun semua Pewarta  Tiarap dan tidak berani meberitakan kasus tersebut kepada masyarakat , karena  “dr.LK” dianggap terbilang  Dokter Senior dan tertua di Wilayah pati selatan,terpandang dan layak diperhitungkan, Namun hal itu biaa saja terjadi karena  salah perhitungan atau preskripsi .

Bratapos.com  dengan sangat gigih dan berani akan mengungkapkan indikasi  beberapa kejanggalan yang dilakukan oleh Dr.LK selama ini, karena berdasarkan laporan masyarakat dilapangan dan pengembangannya sebenarnya sudah menyebar luas bahwa selain mahal biaya pengobatannya , Dosis obat yang diberikan kepada Pasien terbilang tinggi dan mempunyai dampak berbahaya bagi pasien , bahkan menurut keterangan masyarakat ada yang koma di rumah sampai-sampi  meninggal dunia  .

Pertama investigasi dilakukan, sekitar 28 Februari 2019, dengan investigator independen ,Team mendatangi  dokter yang bersangkutan dan ditemui,Tempat Prakteknya di  jalan winong- Juwana KM 2, tepatnya di Ruko desa Serutsadang, utara Pasar mbotok Bumiharjo , Winong, Pati.

Alasan bahwa berita ini diturunkan , karena adanya indikasi kuat  mengarah  dugaan kesalahan obat dan malpraktek adalah Pengakuan Istaji warga  desa Tawangrejo, Rt1 Rw 4 Winong, Pati Selatan, yang menderita Lumpuh total selama beberapa Bulan selama ini.

Sekitar bulan oktober berkisar tanggal 27/ 10/2019, Korban menderita agak kesemutan di  kakinya sebelah Kanan, lalu  oleh dr. lukito di suntik olehnya pantat sebelah kiri , selang  15 menit kemudian obat bereaksi dan saudara Istaji ( IST)  Langsung Lumpuh total, kakinya lumpuh tak berdaya  dan dibawa pulang , setelah itu tak ada komunikasi lagi dengan dokter tersebut.

Atas keterangan warga tawangrejo yang tak bersedia disebut namanya inisial NH , menguatkan  bahwa kasus ini jelas-jelas  ulah akibat suntikan Dr LK sebagaimana di terangkan oleh Muslihah , istri korban Malpraktek tersebut. Dikonfirmasi ditempat prakteknya ,Dr. LK tetap  keras berkilah , dirinya tidak bersalah dan  melakukan penanganan sesuai standar Operasi seorang Dokter, dia juga menerangkan bahwa itu ada Kaitannya dan MRE yang harus diperiksakan ke Rumah sakit rujukan yang alatnya Lengkap dan di Pati diperkirakan tidak mampu.

Selanjutnya LK mengaku kalau dirinya  menyuntikkan  Vitami saja ke tubuh Pasiennya tersebut. Sehabis di konfrontir Bratapos.com selanjutnya Dr.LK  menghubungi Sekdes Desa Tawangrejo dan perangkat Desa lainnya untuk mendiskusikan hal ini di Balai Desa Tawangrejo( 4/03/2019) Menurut keterangan Kadus. AN. , dugaan Media jurnalis ,Dr. Lk  katanya meminta tolong kepada sejumlah Pejabat Desa Tawangrejo , Winong, Pati  untuk menutup pemberitaan tentang adanya Dugaan  kasus MALPRAKTEK yang dilakukannya nya tersebut

 Adapun solusi yang ditawarkan  Sebagai bentuk pertanggungjawaban Dr. LK Memberi seharusnya  klarifikasi secara tertulis kepada Media yang pertaman menginvestigasi dan menemukan Temuan agar diberitakan secara objektif dan berimbang  dan atau Koordinasi melalui saluran  IDI Pati dr. Cahyono Hadi, untuk selanjutnya  disampaikan Redaktur Bratapos.Media dan atau lainnya .

Namun hal itu ditunggu sampai tiga bulan berjalan, ternyata senyap LK diam saja tak memanggil kami untuk Upaya penyelesaian , tidak ada  tindak lanjut Penyelesaiannya pertanggungjawaban yang berarti Kepada pasien( Korban) .

Seharusnya dokter LK  tersebut  segera mempertanggungjawabkan dugaan telah terjadi kesalahan prakteknya secara Kekeluargaan , samawa, saling menghargai dengan pendekatan manusiawi, sesuai dengan etika profesi seorang Dokter.

 Sepantasnya dan bukan sebaliknya malah menepis anggapannya sendiri lalu  tinggal glandang colong playu dan tak mau ditemui lagi oleh Fihak Fihak yang berkepentingan untuk memediasi Persoalan yeng membelitnya  , bahkan_bahkan  dokter ini menganggap media jurnalis hanya larahan dan  tukang roksok sampah , hal ini jelas melanggar UU tentang Kebebasan Pers,.

Dimana semua pemberitaan apapun yang dilakukan jurnalis, dilindungi oleh Undang Undang  dan harus dihormati  , sebalinya dokter tersebut selalu berkelit jika  ditemui Wartawan dan LSM ,Fihaknya selalu  menghindari wawancara dengan memerintahkan Fihak Fihak yang terlihat preman dan beropini serta  melakukan Face treathening area Kepada Insan  jurnalis.

Semula sudah dihubungi baik baik melalui Wasup namun menolak klarifikasi dan hendak menolak menerima media untuk minta keterangan  lain waktu karena dirinya beralasan sibuk , namun Bratapos dengan cara apapun minta waktu untuk klarifikasi sekalipun sebentar, akhirnya ditemui sekalipun tidak ada titik temu penyelesaian .

Kejadian  itu semua  semua di ingkarinya ,  ditepisnya namun dengan perdebatan yang alot  ,akhirnya mengakui Fihaknya Mengakui kekhilafannya dan secara klise dokter tersebut mengakui Kesalahannya .hanya saja gengsi tidak menyelesaikannnya .

Selanjutnya Fihaknya hanya menawarkan solusi untuk membuatkan BBJS Kepada pasien korbannya itu dan selanjutnya dipersilakan membayar Sendiri. Melalui Bratapos.com  Korban malpraktek an IST ini menyayangkan soal  pertanggungjawaban  D.rLK kepadsa  Korbannya tersebut. Merasa diterlantarkan dan menjadi bulan bulanan  kasus tersebut , akhirnya Melalui LSM Pukat Arum Taylor, Bunda Hartini sutyono 082325958964 , korban Memberi kuasa untuk melaporkan peristiwa kejadian dugaan Malpraktek dan kesalahan Pengobatan yang dilakukan oknum Dokter Gaek tersebut Kepada yang berwajib untuk di seklidiki secara professional .

Sampai dengan hari ini 7/4/2019, korban menunggu perkembangan hasil penyelidikan atas Kasus ini ,agar dapat diselesaikan menurut Jalur Hukum yang berlaku jika memang terbukti ditemukan  pembuktian  bersalah dalam Praktek pengobatannya dapat sanksi yang pantas .

Dan atas Permohnan Pasien agar Fihak yang berwajib objektif, profesioanl menyeleidiki unsur unsur tersebut,untuk  dapat dibuktikan secara objektif tanpa melihat siapa yng melaporkan, tetapi yang berwajib cukup menerima essensi Persoalan yang dilakukan berupa unsur kesengajaan ataupun tidak kesengajaan mengakibatkan kerugian bagi Pasien akibat pelayanannya .

Tentu secara Profesional Kepolisianakan bekerjasaman  dengan Instansi lain , hali forensik Kesehatan ,Ahli kesehatan, Ikatan dokter, maupun Depatemen Kesehatan Kabupaten Pati. ( Bersambung … 2) malpraktek dokter di Pati …

Reporter       : Hadi

Editor             : Red

Publisher      : Redaksi

 

Facebook Comments