Gandeng ITS, ASN Pemkab Gresik Dibekali Pengembangan Aplikasi

by
DSC_0140

GRESIK, BrataPos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Badan kepegawaian Daerah (BKD) memberikan bekal kepada 30 Aparatur Sipil Negara melalui pendidikan dan pelatihan perencanaan pengembangan aplikasi pemerintah Kabupaten Gresik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Andhy Hendro Wijaya berkesempatan membuka pelaksanaan Diklat yang berlangsung di ruang Argo Lengis Kantor Bupati Gresik tersebut, Rabu (10/04)

Kepala BKD Kabupaten Gresik, Nadlif dalam laporannya menyampaikan bahwa Diklat yang dilaksanakan oleh pihaknya tersebut bertujuan untuk mengingkatkan kompetensi serta profesionalisme ASN. Tak hanya itu, untuk memaksimalkan pelaksanaan Diklat, BKD menggandeng ITS (Institut Teknologi 10 November) Surabaya sebagai narasumber.

“Kami khususkan kepada ASN yang menangani bidang perencanaan pengembangan teknologi informasi di tiap-tiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemkab Gresik. Dan kami gandeng ITS Surabaya dengan mendatangkan Kepala Badan Pengembangan dan Pengelola Usaha (BPPU) ITS Surabaya Ir. Achmad Kholil Nur Ali sebagai narasumber,” ujar Nadlif, Rabu (10/04).

Dirinya melanjutkan, Diklat tersebut dilaksanakan sebagai upaya menyamakan pemahaman terhadap penyusunan perencanaan aplikasi dalam rangka mendukung pengembangan implementasi e-government di Kabupaten Gresik.

“Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi saat ini, kita harus beradaptasi dengan teknologi informasi dan menguatkan SDM yang kita miliki. Hal ini bertujuan untuk mendukung pengembangan implementasi e-government di Kabupaten Gresik,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya menyampaikan pentingnya Diklat perencanaan dan pengembangan aplikasi di jajaran Pemkab Gresik tersebut.

Sebab, penyelenggaraan Pemerintahan saat ini diuntut untuk melek teknologi informasi agar dalam impelemntasi penyelenggaraan tata kelola pemerintahan dapat berjalan efektif dan efisien.

“Kini penyelenggaraan pemerintahan sudah berbasis teknologi informasi. Dan sudah dilaksanakan di sejumlah daerah. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Gresik harus bisa mengimbangi dan mampu beradaptasi dengan teknologi informasi yang ada saat ini,” ujarnya.

Disisi lain, lanjut Sekda, SDM yang menangani perkembangan aplikasi di jajaran pemerintahan Kabupaten Gresik harus benar-benar mumpuni dan menguasai wawasan dibindangnya. “Agar dalam realisasinya dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,” imbuhnya.

Dirinya juga sempat membahas tentang server sebagai pusat data dan informasi yang dimiliki oleh Pemkab Gresik saat ini masih belum tersentral pada satu titik. Artinya, server yang dimiliki Pemkab Gresik masih terbagi menjadi beberapa bagian.

Kendati demikian, menurutnya hal tersebut bukanlah kendala yang serius. Hanya saja, agar database dengan mudah untuk ditata, setidaknya harus dibuat satu titik atau central. “Semestinya server yang kita miliki cukup satu dan mempunyai kapasitas yang besar, agar dapat tersentral dan terkontrol dengan baik database nya,” pungkas Sekda.

Reporter              : Fz

Editor                    : Nr

Publisher            : Redaksi

 

Facebook Comments