RS “Rizki Bunda Caplok Trotoar Buat Lahan Parkir”, Penegak Hukum Diduga Tutup Mata

by
IMG-20190409-WA0036

AGAM-SUMATERA BARAT, BrataPos.com – Rumah Sakit Rizki Bunda, yang berada di Jalan Gajah Mada, Lubuk Basung Agam Sumatera Barat, diduga telah menggunakan bahu jalan trotoar, digunakan sebagai lahan parkir. Hal itu, menjadi pertanyaan publik. Pasalnya dikeluhkan masyarakat.

Sementara itu, salah seorang pejalan kaki yang nggan disebutkan namanya mengatakan, saya hanya sedikit merasa tidaak nyaman apa bila melewati di depan RS RIZKI BUNDA. Dikarenakan saya kalua jalan kaki arus turun ke badan jalan untuk menerus ke tempat tujuan saya, katanya. Jum’at (5/4/2019).

Sama halnya dengan warga yang lain beranisial (D) salah satu dari masyarakat mengatakan, ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 131 ayat (1) UU LLAJ. “Ini artinya trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk kepentingan pribadi, keluhnya.

Dalam Pasal 25 ayat (1) huruf h. UU LLAJ, bahwa setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum, wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan, yang salah satunya berupa fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang berada di jalan dan di luar badan jalan.

Ditambahkannya lagi. Masih berkaitan dengan trotoar sebagai perlengkapan jalan, berdasarkan Pasal 28 ayat (2) UU LLAJ, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.

Ada 2 (dua) macam sanksi yang dapat dikenakan pada orang yang menggunakan trotoar sebagai milik pribadi dan mengganggu pejalan kaki:

Ancaman pidana bagi setiap orang yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) (Pasal 274 ayat (2) UU LLAJ).

Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Maka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp. 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) (Pasal 275 ayat (1) UU LLAJ.

Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (“PP Jalan”). PP Jalan ini salah satunya mengatur tentang bagian-bagian jalan yang meliputi ruang manfaat jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan jalan (Pasal 33 PP Jalan).

Berdasarkan Pasal 34 ayat (1) PP Jalan, ruang manfaat jalan meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya. Lebih lanjut, ruang manfaat jalan itu hanya diperuntukkan bagi median, perkerasan jalan, jalur pemisah, bahu jalan, saluran tepi jalan, trotoar, lereng, ambang pengaman, timbunan dan galian, gorong-gorong, perlengkapan jalan, dan bangunan pelengkap lainnya [Pasal 34 ayat (3) PP Jalan].

Fungsi trotoar pun ditegaskan kembali dalam Pasal 34 ayat (4) PP Jalan yang berbunyi: “TROTOAR” sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.

Ditambahkanya lagi, dengan di pakainya trotoar buat lahan pakir RS. Rizki Bunda, berapa mediapun sudah menayangkanya, namun ironisnya belum ada tagapan serius dari intasi terkait, ujarnya.

Terkait atas adanya dugaan pencapolokan trotoar buat lahan Pakir di “RS RIZKI BUNDA”. Awak media ini pun mencoba menyabanggi Direktur RS melaluai Whsatpp nya Namun belum ada jawaban.

Awak Media Brata pos juga mencoba menyabanggi bagian humas RS RIZKI BUNDA berberapa hari yang lalu masalah lahan parkir. Kami pihak awak manajemen RS RIZKI BUNDA telah menyewa tanah. Namun pihak para tamulah yang keinginnanya buat parkir di badan trotoar dengan dalih cuma sebentar, ujarnya humas.

Maka mengacu pada aturan sangat jelas RS RIZKI BUNDA telah ada pelanggaran itu. Sementara Penegak Hukum di kabupaten Agam diduga tutup mata. Ada apa? tanya nara sumber.

Patut diduga, yang dilancarkan oleh pihak manjemen RS dan pemerintah tetap diam. Diduga ada kontribusi ilegal, yang mengalir ke kantong oknum. Sehingga pelanggaran tersebut didiamkan saja.

Reporter : man
Editor : jas
Publisher : redaksi

Facebook Comments